Page 390 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 390
Nyai Ruqayyah | Juru Dakwah Pembela Kaum Perempuan
berani pasang badan un-
tuk melindungi mereka.
Meski perempuan bukan
kategori minoritas secara
kuantitas, tetapi mereka
selalu berada pada posisi
yang dilemahkan (mus-
tadl’afin), yang peran-
nye terpinnggirkan. Se-
hingga secara struktural,
menurutnya perempuan
masuk kategori minori-
tas.
Lebih jauh, Nyai Ruqa-
yyah menjelaskan bah-
wa bentuk pelemahan
perempuan secara sosial dapat dilihat dari kultur yang ada. Da-
lam banyak hal perempuan selalu dinomor-duakan. Misalnya,
seorang suami seringkali berlagak pandai dan tahu segala-galan-
ya tentang istri, soal anak dan rumah tangga, akhirnya terkadang
suami mengambil keputusan tanpa berunding dengan istrinya
terlebih dahulu.
Pernah suatu ketika dia menghadiri pertemuan pengasuh pesant-
ren se-Bondowoso. Setelah melihat kiri-kanan, ternyata dirinya
adalah satu-satunya perempuan yang hadir. Tanpa pikir panjang,
Nyai Ruqayyah langsung bertanya kepada seorang pengasuh di
dekatnya, “Pak Kyai, mana undangan perempuan lainnya?”
Kiai itu menjawab, “Kan satu-satunya pengasuh perempuan di
Bondowoso hanya sampeyan.”
“Memang benar, tapi kan Kyai bisa mengajak istri, sehingga
| 376

