Page 389 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 389

MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif  dari Pesantren


            tampil mengisi acara bersama. Tetapi hal itu tidak lantas menjadi
            penghalang bagi perempuan kelahiran Prajekan itu untuk tetap
            bersemangat kuliah. Malah dia merasa tertantang untuk menjadi
            yang terbaik dan menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya.


            Selama  empat  tahun, Nyai Ruqayyah rajin mengikuti kuliah,
            mengerjakan tugas-tugas dan selalu bersemangat untuk mempre-
            sentasikan hasil kerjanya. Dia sangat menikmati masa perkulia-
            han hingga tanpa terasa sudah berada di penghujung masa akhir
            kuliah. Buah dari kesabaran dan kebesaran hatinya, pada tahun
            ajaran 2013-2014 ia resmi menyandang gelar Sarjana Pendi-
            dikan Islam (S.Pd.I) dengan nilai sangat memuaskan.


            “Penyematan gelar sarjana kala itu seperti mimpi. Saya tidak
            kuasa membayangkan jalan hidup yang Allah anugerahkan ke-
            pada saya. Sebab jika flashback 30 tahun silam, menyandang
            gelar sarjana rasanya sebuah kemustahilan,” tuturnya.


            Pejuang Hak Perempuan


            Kini Ruqayyah  dikenal luas sebagai seorang Nyai yang juga
            aktifis perempuan. Dia merasa bahwa tidak hanya dituntut untuk
            paham teori, melainkan juga praktis. Semua bentuk diskriminasi
            telah ia rasakan sendiri: menelan pil pahit karena dipaksa pu-
            tus sekolah, menerima pernikahan dengan seseorang yang tidak
            dicintai, penyiksaan psikis dalam bentuk poligami, kekerasan,
            dan kegagalan berumah tangga. Semua itu semakin membulat-
            kan tekadnya untuk memperjuangkan hak dan martabat kaum
            perempuan.


            Dalam aksinya memperjuangkan hak-hak perempuan, dia men-
            gaku terinspirasi oleh sosok KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
            yang senantiasa  memihak  pada kelompok minoritas,  bahkan



                                                                      | 375
   384   385   386   387   388   389   390   391   392   393   394