Page 387 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 387
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
Islam di Bondowoso yang khusus mendidik para santri putri.
Meski letaknya berada persis di sebelah jalan raya Bondowo-
so-Situbondo yang ramai dengan hilir-mudik kendaraan, bacaan
dzikir dan lantunaan syair para santri mampu menenggelamkan
kebisingan dalam lautan kedamaian. Ada sekitar 30 santri ber-
mukim di pesantren ini. Mereka datang dari beberapa daerah di
Bondowoso, Jember dan Situbondo, bahkan beberapa di antara-
nya datang dari Pulau Dewata Bali.
Santri tidak dipungut biaya di pesantren ini, bahkan Nyai Ruq,
panggilan akrab Ruqayyah, menyediakan sepeda bagi mereka
yang bersekolah Madrasah Aliyah di komplek pesantren Nur
at-Taqwa, yang jaraknya lumayan jauh dari pesantrennya. Saat
ini pendidikan formal di Pondok Pesantren al-Ma’shumi masih
sampai jenjang madrasah tsanawiyah (MTs).
Di Al-Ma’shumi pengajian kitab kuning rutin digelar usai subuh
dan setelah maghrib yang meliputi kitab Aqaidu al Diniyah, Tai-
sir al-Khalaq, Bidayah al-Hidayah, dan Ilmu al-Quran. Istighat-
sah dan shalawat nabi juga senantiasa dilantunkan di pesantren
ini. Tidak heran jika pesantren ini mendapatkan sambutan yang
hangat dari masyarakat sekitar.
Selain memperkaya pengalaman dan pengetahuannya, short
course di Amerika juga makin memperluas jaringan gerakan
pendidikan yang dilkukan Ruqayyah. Ia sering diundang untuk
mengisi acara-acara di dalam maupun di luar negeri, misalnya
ke Singapura, Malaysia dan Hong Kong. Kini, ia bukan lagi
seorang juru dakwah milik masyarakat Bondowoso saja, tetapi
sudah milik Indonesia.
Salah seorang teman dekatnya di Bondowoso menyarankan
Nyai Ruqayyah agar melanjutkan pendidikan ke sekolah ting-
| 373

