Page 383 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 383

MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif  dari Pesantren


            ren, ayah mertuanya dengan sangat lembut dan telaten menyem-
            patkan untuk mengajari Ruqayyah membaca kitab kuning serta
            melatihnya berceramah di depan publik. Tak dinyana, rupanya
            Ruqayya muda tumbuh menjadi seorang da’iyah (pendakwah)
            yang cakap dan populer.

            Karena kepiawaiannya di atas podium, ia acapkali  diundang
            untuk mengisi acara resmi pemerintah maupun acara warga bi-
            asa di daerah Bondowoso, Situbondo, dan sekitarnya. Bahkan
            sebagian  masyarakat  sekitar  menganggapnya  sebagai  pewaris
            pondok pesantren mertuanya. Rumor di masyarakat ini sempat
            mempengaruhi  timbulnya  ketegangan  dalam keluarga setelah
            sang mertua wafat tahun 1992. Hubungan pernikahan dengan
            suami yang telah dikaruniai seorang anak itupun berujung pada
            perpisahan.

            Ruqayyah kembali ke Bondowoso untuk menata hati dan me-
            neguhkan perasaan spiritualnya. Saat merasa berada dalam ke-
            terpurukan, ia selalu berusaha bangkit sekuat tenaga. Dalam
            perjalanan  berikutnya,  ia melanjutkan  menuntut  ilmu dengan
            mengaji kepada KH. Ahmad Sufyan Miftahul Arifin Pengasuh
            Pesantren Sumber Bunga, Situbondo. Kegiatan mengaji ini ia
            tekuni setiap hari Selasa selama kurang lebih sembilan tahun,
            yang ditempuh dengan mengendarai motor dari Bondowoso ke
            Situbondo.

            Berkat istiqamah mengaji dalam waktu yang cukup lama, antara
            keduanya timbul ikatan emosi seorang guru dan murid yang san-
            gat kuat. Hingga Kyai Sufyan, sapaan akrab guruny itu, menjadi
            salah satu figur penyangga kekuatan karakter Ruqayyah pada
            masa-masa berikutnya. Setelah sepuluh tahun berlalu, ia sudah
            mengubur kenangan pahit masa lalunya dan kembali tersenyum.
            Dalam suasana hati yang tenang, Ruqayyah membuka hati untuk



                                                                      | 369
   378   379   380   381   382   383   384   385   386   387   388