Page 381 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 381

MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif  dari Pesantren


            Selama nyantri di sana, Ruqayya dikenal dengan pribadi yang
            supel dalam pergaulan sehari-hari, rajin dan termasuk siswi ber-
            prestasi di kelasnya. Pamannya paham betul tujuan ibu Ruqa-
            yyah memondokkan putrinya, yaitu untuk melanjutkan estafet
            perjuangan sang abah. Maka atas kepekaan itu, Ruqayyah sering
            dipanggil oleh sang paman untuk diberikan pelajaran tambahan
            dan nasihat-nasihat.


            Namun sayang, setelah  kepergian sang abah,  keluarga KH.
            Ma’shum Dimyati benar-benar mengalami krisis kepemimpinan,
            pesantren mengalami kevakuman. Akhirnya, tidak ada pilihan
            lain,  Ruqayyah harus dipaksa pulang (boyong) ke Bondowo-
            so untuk melanjutkan pendidikan dan pengajaran di pesantren
            ayahnya. Dengan besar hati ia terima permintaan keluarganya
            untuk berhenti mondok, meskipun dahaga ilmu pengetahuan be-
            lum terpuaskan.

            Rupanya tantangan hidup yang diembannya belum selesai. Sep-
            erti kebanyakan tradisi pesantren, putri kyai belum dianggap
            pantas menjadi pimpinan sebuah pesantren jika ia belum ber-
            suami. Maka keluarga Ruqayyah bersepakat untuk menikahkan
            dirinya dengan seorang laki-laki. Ternyata, perjodohan ini sudah
            lama direncanakan keluarganya sejak Ruqayyah masih duduk
            di bangku kelas tiga SD. Laki-laki yang menjadi suaminya itu
            bernama Gus Badri, putra KH. Ahmad Mudhar pengasuh Pe-
            santren Mabdaul Arifin, Curah Jeru Situbondo. Dengan berbagai
            pertimbangan, maka pada tahun 1984 upacara pernikahan kedua
            mempelai dilaksanakan di Bondowoso.


            Tahun pertama menikah, Ruqayyah yang saat itu masih berusia
            14 tahun, ia merasa belum menikmati kebahagiaan. Malah se-
            baliknya, ia sering jatuh sakit. Penyakitnya sangat aneh, ia bisa
            seharian tidak sadarkan diri. Bahkan sampai KHR. As’ad Syam-



                                                                      | 367
   376   377   378   379   380   381   382   383   384   385   386