Page 380 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 380
Nyai Ruqayyah | Juru Dakwah Pembela Kaum Perempuan
Akhirnya, Ruqayya kecil
ke sekolah memakai celana
pendek dan rok sekaligus.
Saat melihat ada seorang sis-
winya mengenakan rok, Bu
Sumiyati sebagai guru olah
raga jadi penasaran dan se-
dikit kesal. Namun, setelah
mendapatkan penjelasan dari
Ruqayyah dan adanya pesan
dari sang ayah, guru olahraga
bisa memaklumi.
Kepergian Sang Ayah
Setelah merampungkan pendidikan sekolah dasar, Ruqayyah
melanjutkan di Madrasah Tsanawiyah (MTS) Kyai Mas. Na-
mun, di tengah konsentrasinya sekolah, ia mengalami goncan-
gan dahsyat karena ayahnya wafat. Perempuan yang seumur
hidupnya sangat dekat dengan figur sang ayah tersebut merasa
kehilangan.
Selepas kepergian abahnya, suasana kelabu masih menyelimuti
hari-hari Ruqayyah. Sang Ibu, Nyai Rusyati Hasan, yang lahir
dan dibesarkan di keluarga pesantren, sangat paham dengan kes-
edihan putrinya saat itu. Ia pun memilih untuk memondokkan
Ruqayya ke pesantren di luar daerah. Meski ia sadar betul bah-
wa jarak akan menciptakan kerinduan di antara mereka, namun
ia harus rela melepas putrinya agar suatu saat mampu meng-
gantikan posisi ayahnya. Akhirnya, dipilihlah Pondok Pesantren
Zainul Ishlah sebagai tempat putrinya menimba ilmu. Pesant-
ren ini terletak di Probolinggo Jawa Timur dibawah asuhan KH.
Zayadi Zain, yang masih paman Ruqayyah.
| 366

