Page 41 - MODUL PTP
P. 41
C. Standar Layanan Model/Aplikasi Pembelajaran
Layanan pembelajaran adalah istilah teknis yang tujuannya untuk mengurangi
kesenjangan atau gap antara kenyataan dengan harapan dalam peyelenggaraan
pembelajaran. Layanan pembelajaran diberikan bukan untuk kepentingan pendidik
(guru/dosen/instruktur/fasilitator), tetapi untuk kepentingan peserta didik dalam rangka
pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Meskipun
dalam prakteknya layanan pembelajaran difokuskan pada tindakan yang harus dilakukan
pendidik bila menghadapi hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran, karana mereka
adalah ujung tombak dalam pemberian layanan pembelajaran kepada peserta didik.
Coba Anda pelajari ilustrasi berikut ini.
Prestasi Raditya saat ini berada dalam kategori sedang, atau secara kuantitatif berada
pada angka 65, sedangkan nilai harapannya (KKM) adalah 80, yang berarti nilai Raditya
tidak mencapai nilai ketuntasan yang diharapkan. Untuk itu Raditya membutuhkan
layanan pembelajaran agar mencapai nilai harapannya.
Laras adalah seorang siswi berprestasi di sekolahnya yang telah dibuktikannya sejak
masuk SMP dan dilanjutkan di SMA. Pada semester 2 di kelas XI, prestasi Laras turun
drastis dibawah nilai KKM bahkan di bawah rata-rata teman sekelasnya. Hal ini karena
Laras sakit dan sempat diopname di rumah sakit. Secara akademik Laras tidak pernah
mendapat kesulitan dalam belajarnya, tetapi secara fakta prestasi Laras saat ini turun.
Agar tidak menimbulkan masalah yang berkelanjutan Laras perlu mendapat layanan
pembelajaran.
Berbeda dengan Raditya dan Laras, Toto dalam sebulan ini tidak bisa melanjutkan
sekolahnya karena harus membantu orang tuanya pada saat musim panen di
kampungnya. Agar Toto bisa mengejar ketinggalan materi pelajarannya Toto perlu
mendapat layanan pembelajaran, di waktu yang telah ditentukan gurunya.
Ketiga ilustrasi di atas menggambarkan permasalahan yang berbeda satu dengan lainnya.
Namun ketiganya perlu layanan pembelajaran agar dapat keluar dari permasalahan yang
dihadapi. Pertanyaannya, siapa yang harus memberikan layanan pembelajaran bila
muncul masalah seperti yang dialami peserta didik tersebut? Tentu adalah pendidik yang
mengetahui secara pasti masalah yang dihadapi peserta didiknya. Untuk itu, sebelum
memberikan layanan pembelajaran pendidik harus mengetahui secara pasti, apa itu
belajar dan pembelajaran? Bagaimana karakteristik peserta didiknya, dan apa hambatan-
hambatan pembelajaran yang dialami peserta didiknya dalam rangka mencapai tujuan
pembelajaran. Setelah mengetahui semua itu, barulah dapat ditentukan jenis-jenis
layanan pembelajaran yang harus diberikannya.
Dari ilustrasi di atas jadi jelas, bahwa pendidik adalah orang yang bertanggung jawab
dalam pemberian layanan pembelajaran kepada peserta didik. Oleh karena itu sudah
seharusnya pendidik memiliki keterampilan dalam memberikan layanan pembelajaran
yang berkualitas kepada peserta didiknya. Secara garis besar layanan pembelajaran yang
dapat diberikan kepada peserta didik, yaitu layanan bersifat akademik, psikologis, dan
layanan teknis. Layanan-layanan pembelajaran tersebut pada umumnya dapat bertambah
sesuai dengan jenis permasalahan pembelajaran yang muncul.
Modul 2 Rancangan Model dan Media Pembelajaran 11