Page 117 - sektorpublik
P. 117
Dalam rangka mempertahankan Jawa dari serangan Inggris,
Daendles membuat beberapa kebijakan, di antaranya :
1) Membuat Grote Postweg (Jalan Raya Pos) dari Anyer (Banten) sampai
Panarukan (Jawa Timur); jalan ini didirikan agar di setiap
kota/kabupaten yang dilaluinya terdapat kantor-kantor pos; dengan
adanya pos-pos ini maka penyampaian berita akan lebih cepat
sehingga berita apa pun akan lebih cepat diterima.
2) Mendirikan benteng-benteng pertahanan sebagai antisipasi terhadap
serangan dari tentara Inggris yang juga ingin menguasai Jawa.
3) Membangun pangkalan angkatan laut di Merak dan Ujung Kulon.
4) Menambah jumlah pasukan dari 4.000 orang menjadi 18000 orang,
yang sebagian besar orang-orang Indonesia (dari Maluku, Jawa).
5) Mendirikan pabrik senjata di Semarang dan Surabaya.
Selain itu, Daendels juga mengubah sistem pemerintahan
tradisional dengan sistem pemerintahan Eropa. Pulau Jawa di bagi
menjadi sembilan prefektur (keresidenan), yang dikepalai oleh seorang
residen yang membawahkan beberapa bupati (kabupaten). Para bupati ini
diberi gaji tetap dan tidak diperkenanan meminta upeti kepada rakyat.
Dampaknya kewibawaan para bupati dihadapan rakyatnya menjadi
merosot, karena bupati adalah pegawai pemerintah yang harus tunduk
kepada keinginan pemerintah.
Rakyat Indonesia mengalami penderitaan yang sangat hebat.
Selain dituntut untuk membayar pajak-pajak pemerintah, mereka juga
diharuskan terlibat dalam kerja paksa (rodi) pelaksanaan pembangunan
Jalan Raya Pos. Untuk menutupi biaya pembangunan, tanah-tanah rakyat
dijual kepada orang-orang partikelir Belanda dan Tionghoa. Penjualan
tanah juga termasuk penduduk yang mendiami wilayah tersebut, sehingga
114

