Page 118 - sektorpublik
P. 118
penderitaan rakyat kecil semakin bertambah akibat dari tindakan
sewenangwenang para pemilik tanah. Ribuan rakyat Indonesia meninggal
dalam pembuatan Jalan Raya Pos dikarenakan kerja yang sangat berat
sedangkan mereka tidak dibayar dan diberi makan dengan layak.
Daendels membagi wilayah pemerintahanya dalam
“perfectur” yang bisa di samakan dengan gewes dan dikepalai oleh
seorang perfect. Istilah perfect adalah suatu istilah prancis nama itu
dipakai, karena Deandels terkenal sebagai seorang pengagum Perancis.
Jalan pemerintah pada masa itu sangat sentralistis, ia lah dari gubernur
jendral kepada perfect, perfect kepada bupati, dan bupati kepada pegawai
bawahannya
Pada masa awal ke-19 pemerintahan Belanda mengeluarkan dana
yang sangat besar untuk membiayai peperangan di Eropa maupun di
Indonesia, sehingga kerajaan Belanda harus menanggung hutang yang
sangat besar. Kesulitan ekonomi semakin parah dengan terjadinya
pemisahan Belgia (1830) dari Belanda, yang berakibat Belanda banyak
kehilangan bisnis industrinya. Maka dari itu, muncul pemikiran Van den
Bosch dalam rangka menyelamatkan negerinya. Ia menyatakan bahwa
daerah jajahan merupakan tempat mengambil keuntungan bagi negeri
induknya (atau seperti dikatakan Baud “gabus tempat Belanda
mengapung”), artinya bahwa Jawa dianggap sebagai sapi perahan. Antara
tahun 1830-1870 giliran kaum konservatif Belanda yang mendominasi
Indonesia yang memberlakukan sistem tanam paksa atau cultuur stelsel.
Sistem tanam paksa didasarkan atas prinsip wajib atau paksa dan prinsip
monopoli. Cultuur stelsel diberlakukan oleh Gubernur Jenderal van den
Bosch dengan tujuan memperoleh pendapatan sebanyak mungkin dalam
115

