Page 92 - sektorpublik
P. 92
buruk dan di bawah target produksi dan pembatasan pada kegiatan
perekonomian dan perdagangan.
Vietnam juga menderita akibat embargo perdagangan oleh Amerika
Serikat dan kebanyakan negara-negara Eropa setelah Perang Vietnam.
Setelah itu, partner-partner perdagangan dengan blok-blok Komunis mulai
surut. Dalam satu pihak, Vietnam berhasil mencapai pertumbuhan GDP
tahunan sebesar 8% dari tahun 1990 hingga 1997 dan berlanjut sekitar 7%
dari tahun 2000 hingga 2005, membuat Vietnam sebagai negara dengan
pertumbuhan ekonomi tercepat kedua di dunia. Pada saat yang
bersamaan, investasi asing tumbuh tiga kali lipat dan simpanan domestik
tumbuh empat kali lipat.
Manufaktur, teknologi informasi dan industri teknologi canggih
membentuk bagian besar dan tumbuh dengan cepat daripada ekonomi
nasional. Vietnam adalah produser minyak terbesar ketiga di Asia
Tenggara dengan nilai produksi 400.000 barel per hari. Vietnam adalah
salah satu negara Asia yang memiliki kebijakan ekonomi paling terbuka,
neraca perdagangan mencapai sekitar 160% GDP, lebih dari dua kali rasio
yang dimiliki Cina dan lebih dari empat kali rasio India.
Vietnam secara umum masih tergolong negara miskin dengan GDP
US$280,2 miliar (estimasi 2006). Ini menandakan kemampuan daya beli
sebesar ~US$3.300 per kapita (atau US$726 per kapita berdasarkan
market exchange rate). Tingkat inflasi diperkirakan 7.5% per tahun pada
2006. Daya beli publik meningkat dengan pesat. Kemiskinan, berdasarkan
jumlah penduduk yang hidup dengan pendapatan di bawah $1 per hari,
telah menurun secara drastis dan sekarang lebih sedikit daripada di Cina,
India dan Filipina.
88

