Page 93 - sektorpublik
P. 93
Vietnam sekarang adalah produsen kacang cashew terbesar
dengan pangsa 1/3 dari kebutuhan dunia dan eksportir beras kedua
terbesar di dunia setelah Thailand. Vietnam memiliki persentasi tertinggi
atas penggunaan lahan untuk kepentingan cocok tanam permanen,
6,93%, daripada negara-negara lain di Sub-wilayah Mekong Raya
(Greater Mekong Subregion). Selain beras, kunci ekspor adalah kopi, teh,
karet dan produk-produk perikanan. Tetapi, peranan pertanian terhadap
pemasukan ekonomi telah berkurang, jatuh berdasarkan sumbangan
terhadap GDP dari 42% pada tahun 1989 menjadi 20% pada tahun 2006,
akibat dari meningkatnya produksi sektor-sektor ekonomi lainnya.
Pengangguran diperkotaan meningkat terus menerus dalam beberapa
tahun terakhir karena tingginya tingkat migrasi dari desa ke kota-kota,
sedangkan pengangguran di pedesaan sudah mencapai level kritis.
Di antara langkah-langkah lain yang diambil dalam proses transisi
ke ekonomi pasar, Vietnam, pada Juli 2006 meng-update peraturan
properti intelektualnya untuk mematuhi TRIPS. Vietnam diterima sebagai
anggota WTO pada 7 November 2006. Partner-partner perdagangan
utama Vietnam termasuk Jepang, Australia, negara-negara ASEAN,
Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat.
Vietnam Perjanjian: Bank Pembangunan Asia, Komisi Ekonomi dan Sosial
untuk Asia dan Pasifik (ESCAP), BOAO Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik
(AEPC), Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN),
Perserikatan Bangsa-Bangsa, Konferensi PBB mengenai Perdagangan
dan Pembangunan, Bank Dunia.
89

