Page 22 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 22

(2) Candi di Jawa Barat, (3) Candi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa
                        Yogyakarta, serta (4) Candi di Jawa Timur. Di bagian belakang
                        dilampirkan daftar candi-candi di pulau Jawa termasuk yang tidak dapat
                        dideskripsikan dalam buku ini. Selain itu, foto-foto yang disajikan tidak
                        sepenuhya mengikuti tata cara arkeologis tetapi juga memperhatikan
                        sudut pengambilan untuk efek artistiknya.

                             Penulisan buku Candi Indonesia: Seri Jawa tidak terlepas dari
                        semangat para penulis yang merupakan pakar di bidangnya serta
                        para asisten penulis yang membantu mengumpulkan data. Tiada kata
                        lelah atau putus asa ketika jadwal penulisan yang singkat sampai
                        pada  “deadline”. Namun, ketidakpuasan para penulis tampak ketika
                        ada sebagian candi yang kurang mendapat perhatian dari para peneliti
                        sehingga tidak semua candi memiliki kualitas data yang sama. Oleh
                        karena itu, uraian masing-masing candi disesuaikan dengan data yang
                        tersedia.

                             Buku ini merupakan langkah awal dari upaya perekaman untuk
                        pelestarian cagar budaya masa klasik Indonesia. Ke depan diharapkan
                        akan lahir buku-buku serupa yang diterbitkan oleh peneliti atau
                        pemerhati cagar budaya Indonesia. (wdr)






                        (2) Temples of West Java, (3) Temples of Central Java and the
                        Special Province of  Yogyakarta, and (4) Temples of East Java.

                        List of temples on Java Island can be found at the end including
                        temples that are not described in this book.  Other than that,
                        photographic documentation presented do not fully follow
                        archaeological documentation procedures when they were taken
                        but also pay attention to artistic effects.
                             The writing of Temples of Indonesia: Java Series can not
                        be separated from the spirit of the writers who are experts in their

                        UHVSHFWLYH ¿HOG DQG WKH ZULWHUV¶ DVVLVWDQWV ZKR KDYH EHHQ YHU\
                        helpful in collecting all the data. There were no words of tired
                        or discouraged when writing this book under a tight deadline.
                        However, the writers found out that some temples received less
                        attention from researchers. Thus, some temples do not have the
                        same data quality as the rest of the temples. Therefore, each
                        WHPSOH¶V GHVFULSWLRQ ZDV DGDSWHG WR WKH DYDLODEOH GDWD

                             7KLV ERRN LV WKH ¿UVW VWHS RI UHFRUGLQJ GDWD HIIRUWV IRU
                        preserving cultural heritage from Indonesian Classical Culture
                        Period. We hope publication of similar books by Indonesian
                        FXOWXUDO KHULWDJH UHVHDUFKHUV RU HQWKXVLDVWV ZLOO ÀRXULVK LQ WKH
                        future. (wdr)








           xxii
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27