Page 329 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 329
Dalam 1ƗJDUDN܀WƗJDPD dikatakan ĝLZD di ruang inner room, and Aksobhya is up above, which
dalam, dan $NVREK\D berada di atas, tetapi karena is not visible due to its very delicate nature
bersifat sangat halus (DNVREK\DZLPEKDWLVnjNVPD) (DNVREK\DZLPEKDWLVnjNVPD), and because of its
tidak terlihat, disebabkan oleh kekuatan VLGGKLnya siddhi power it is intangible.
ia berhakikat hampa.
3). Only reliefs on the upper part of the temple
3). Pemahatan relief yang diselesaikan dengan rapi DUH ¿QHO\ FRPSOHWHG ZKLOH RQ WKH ORZHU SDUW
hanya bagian atas candi, sedangkan bagian bawah including the kala head on the temple foot are
termasuk kepala NDOD kaki candi baru dilakukan only in outline. This situation supports Krom
secara garis besarnya. Keadaan ini mendukung hypothesis, that temples in Indonesia were built
pendapat Krom, bahwa candi di Indonesia dibangun by a technique using a “hypotenuse” to remove
dengan teknik pengangkatan batu “sisi miring”. stones. It means the roughly carved stones were
Maksudnya, batu-batu yang telah dipahat secara stacked and soil is pilled at the outside as a base
kasar disusun lalu bagian luarnya ditimbuni tanah to pull the stones upward. After completing the
sebagai alas untuk menarik batu ke atas. Setelah arrangement of the stones, reliefs were carved
selesai disusun, relief dipahat mulai dari atas hingga from upper to lower part done by resting one’ feet
ke bawah yang dilakukan dengan berpijak pada on the soil which scraped and cleaned little by
tanah urugan yang sedikit demi sedikit dikikis little. Similar technique was also used in Candi
dan dibersihkan. Keadaan serupa juga ditemukan Sawentar, a temple built in Singasari Kingdom
di Candi Sawentar, candi dari Masa Kerajaan period.
Singasari.
2XW RI WKH ¿QGLQJV E\ %ORP LQ &DQGL
Dari 139 temuan di Candi Singasari dan Singasari and its surrounding area, only four
sekitarnya yang dibuat Blom, hanya empat yang IHDWXUHV FKDUDFWHULVWLF RI %XGGKLVP WKH\ DUH WZR
bersifat %XGGKD, yaitu dua arca 3UDMxDSDUDPLWƗ 3UDMxDSDUDPLWƗ VWDWXHV DQG WZR XQLGHQWL¿HG
dan dua arca %XGGKD yang tidak jelas identitasnya. Buddha statues. Some of which have been brought
Di antaranya ada yang sudah dibawa ke berbagai to various countries while statues of 'XUJƗ *DQHĞD
negara sedangkan arca 'XUJƗ *DQHĞD 0DKDNDOD 0DKDNDOD 1DQGLVZDUD %KDLUDZD &DNUD FDNUD
1DQGLVZDUD %KDLUDZD &DNUD FDNUD menjadi koleksi have become collections of the Rijksmuseum voor
Rijksmuseum voor Volkenkunde, Leiden. Melihat Volkenkunde, Leiden. Seeing from motives of
motifnya, mereka sudah memakai busana motif UHOLHIV WKH VWDWXHV DUH ZHDULQJ RXW¿WV ZLWK EDWLN
batik. Sementara itu, arca &ƗPXQGƯ 'XUJƗ .ƗOƯ motifs. Meanwhile, a &ƗPXQGƯ 'XUJƗ .ƗOƯ VWDWXH
yang ditemukan di Ardimulyo, sekarang disimpan found in Ardimulyo, is now housed in Museum
di Museum Trawulan sedangkan arca 'XUJƗ Trawulan and a 'XUJƗ 0DKLĞƗĞXUDPDUGLQƯ statue
0DKLĞƗĞXUDPDUGLQƯ dengan ZDKDQD singa, arca with a lion ZDKDQD (ride), a 3DUZDWƯ statue, and
3DUZDWƯ, dan masih banyak lagi sebagian diletakkan numerous others that are partially placed around the
di sekitar halaman candi. (hns) temple courtyard. (hns)
300

