Page 93 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 93

building. Its relations to Candi Liyangan requires indepth
                                                                     research, but it proves the existence of cultural ties with the
                                                                     surrounding community.

                                                                           7KH <RJ\DNDUWD $UFKDHRORJLFDO 2I¿FH DOVR IRXQG
                                                                     six batur measuring approximately 40 square centimeters,
                Liyangan tentulah masih memerlukan penelitian, namun   kitchen tools such as pasu pottery bowls (clay basin),
                hal itu dapat membuktikan adanya ikatan budaya dengan   crockery, jugs, as well as objects similar to sharp metal
                masyarakat di sekitarnya.
                                                                     weapons and lempak, an agricultural tool. There were also
                      Dalam penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta juga   found animal bones and teeth as well as paddy rice.

                ditemukan enam batur atau pelataran candi dengan ukuran
                                                                            5HPDLQV RI D ¿YH PHWHUV VWRQH URDG ZKLFK ZDV
                kira-kira 40 sentimeter persegi, serta alat perkakas wadah
                                                                     plausibly connected the worship area and the residential
                tembikar berupa pasu (baskom tanah liat), periuk, kendi
                                                                     DUHD ZDV DQ LQWHUHVWLQJ ¿QGLQJ  7KH VWRQH URDG KDV QRW
                serta benda-benda yang seperti senjata tajam dari logam dan   been fully excavated for it covers by 5-12 meters thick
                alat pertanian berupa OHPSDN  Ada juga ditemukan tulang
                                                                     volcanic material from Mount Sindoro.
                dan gigi hewan serta padi.
                                                                           7KH FRPSOH[LW\ RI WKH ¿QGLQJV DW WKH VLWH HQFRXUDJH
                      Hal yang menarik adalah jalan batu sekitar lima
                                                                     UHVHDUFKHUV RI   <RJ\DNDUWD $UFKDHRORJLFDO 2I¿FH WR FUHDWH
                meter yang diduga menghubungkan area peribadatan
                                                                     an imaginary area of Candi Liyangan site based on surveys,
                dan area hunian. Jalan batu ini belum dibuka sepenuhnya
                                                                     the result is expected to be not less than two hectares. The
                karena tertutup oleh material lahar Gunung Sindoro yang
                tebalnya yang mencapai 5-12 meter.                   result of the imaginary area is supported by Temanggung
                                                                     Regency Local Government through acquisition of   5,630 m2
                      Kompleksitas temuan di situs tersebut mendorong   of surrounding land area owned by local residents, which
                para peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta membuat     was used as a sand mining site.
                luasan imajiner Situs Candi Liyangan berdasarkan
                                                                           Equally important, fragments of old vases  from the
                survey, hasilnya diperkirakan tidak kurang dari dua
                                                                     Tang Dynasty period (9 -10  century AD) were found in
                                                                                          th
                                                                                              th
                hektar. Hasil luasan imajiner tersebut memperoleh
                dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung      residential areas by the sand miners. The fragments were
                dengan membebaskan lahan sekitarnya seluas 5.630 m2                     later reconstructed into a total of
                milik warga setempat yang saat itu digunakan sebagai                                   about 40 vases. (cha)
                penambangan galian pasir.

                      Tidak kalah pentingnya, adalah fragmen guci kuno
                zaman Dinasti Tang (abad ke-9-10 Masehi) yang ditemukan
                di area hunian oleh para penambang pasir. Fragmen guci ini
                kemudian direkonstruksi hingga menjadi sekitar 40 guci. (cha)






                                                                                                                             65
   88   89   90   91   92   93   94   95   96   97   98