Page 97 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 97
membagi secara kronologis candi-candi di wilayah a division of the architectural history of the temples in
Jawa Tengah berdasarkan ciri-ciri ragam hias kala- Central Java based on their kala-makara ornaments, as
makara, yaitu: follows:
1. Seni Bangunan Jawa Tengah Kuno, namun 1. Old Central Javanese Architecture, of which no
telah hilang karena terbuat dari benda-benda yang structures remain because they were made of perishable
mudah rusak materials
2. Seni bangunan masa Sañjaya (pertengahan 2. Sañjaya Period Architecture (mid 8th century
abad ke-8-pertengahan abad ke-9). Walaupun tidak to mid-9th century). Although no structures remain,
ada bekas-bekasnya, Vogler menentukan bahwa Vogler determined that Sañjaya period architecture is
bangunan masa Sañjaya berakarkan seni bangunan rooted in Pallawa architectural style of South India. This
Pallawa, India Selatan. Seni bangunan ini disebut Seni architectural style is called Old Dieng Style
Bangunan Dieng Kuno
ĝDLOHQGUD $UFKLWHFWXUH PLG WK
6HQL %DQJXQDQ ĝDLOHQGUD SHUWHQJDKDQ century to mid 9century), a blending of Old
abad ke-8-pertengahan abad ke-9), merupakan 'LHQJ DQG 1RUWK ,QGLD VW\OHV ĝDLOHQGUD
perpaduan unsur kesenian Dieng Kuno dan Architectural Style can be divided into
,QGLD 8WDUD 6HQL %DQJXQDQ ĝDLOHQGUD GDSDW two trends:
dibagi menjadi dua aliran:
a. New Dieng Architecture,
a. Seni Bangunan Dieng Baru,
a continuation of Old Dieng
yang tetap meneruskan seni bangunan architectural style, examples are
Dieng Kuno, contoh adalah bangunan- structures in Dieng
bangunan di Dieng
69

