Page 94 - fikih kls 9
P. 94

c.  Jika ahli waris laki-laki dan perempuan ada semuanya, maka yang berhak menerima warisan
                       adalah Bapak, Ibu, Anak laki-laki, Anak perempuan, dan suami atau isteri

                    d.  Pembagian dalam harta warisan terdiri ½, 1/3, ¼, 1/6, 1/8, 2/3, dan aṣabah


                 5.  Tujuan dan Hikmah Pembagian Warisan


                    Setiap aturan yang ditetapkan  Allah Swt. pastilah mempunyai  hikmah dan itu merupakan
                    kemaslahatan  manusia sendiri. Syari’at waris diturunkan untuk memberikan  pengaturan bagi
                    manusia dan memberikan rasa adil. Di antara tujuan dan hikmah waris adalah:

                    a.  Kewajiban dan hak keluarga mayit teratur dan dihormati. Kewajiban untuk mengurus hak-hak
                       ada si mayit : mengurus jenazah, melaksanakan wasiat dan menyelesaikan utang piutang  serta
                       hak keluarga mayit yakni menerima harta warisan.

                    b.  Menghindari perselisihan antar ahli waris atau keluargamayit yang ditinggalkan.  Menjaga
                       silaturahmi keluarga dari ancaman perpecahanyang disebabkan harta warisan serta memberikan
                       rasa aman dan adil.
                    c.  Terjaganya harta warisan hingga sampai kepada individuyang berhak menerima harta warisan.
                       Memberikan legalitas atas kepemilikan hartawarisan.



                    Adapun tentang perbedaan bagian waris untuk laki-laki dan perempuan, yang sebagian orang
                    menganggap sebagai suatu ketidak adilan. Hal itu karena beberapa sistem yang diatur oleh syariat,
                    yaitu:

                    a.  Kaum wanita selalu harus terpenuhi kebutuhan dan keperluannya, dan dalam hal nafkahnya
                       kaum wanita wajib diberi oleh ayahnya, saudara laki-lakinya, anaknya, atau siapa saja yang
                       mampu di antara kaum laki-laki kerabatnya.

                    b.  Kaum wanita tidak diwajibkan memberi nafkah kepada siapapun di dunia ini. Sebaliknya,
                       kaum lelakilah  yang mempunyai  kewajiban  untuk memberi  nafkah kepada keluarga dan
                       kerabatnya, serta siapa saja yang diwajibkan atasnya untuk memberi nafkah dari kerabatnya.

                    c.  Nafkah (pengeluaran) kaum laki-laki jauh lebih besar dibandingkan kaum wanita. Dengan
                       demikian, kebutuhan kaum laki-laki untuk mendapatkan dan memiliki harta jauh lebih besar
                       dan banyak dibandingkan kaum wanita.
                    d.  Kaum  laki-laki  diwajibkan  untuk  membayar  mahar  kepada  istrinya,  menyediakan  tempat
                       tinggal baginya, memberinya makan, minum, dan sandang. Dan ketika telah dikaruniai anak,
                       ia berkewajiban untuk memberinya sandang, pangan, dan papan.

                    e.  Kebutuhan pendidikan anak, pengobatan jika anak sakit (termasuk istri) dan lainnya, seluruhnya
                       dibebankan hanya pada pundak kaum laki-laki. Sementara kaum wanita tidaklah demikian.






                  88     Buku Siswa Madrasah Tsanawiyah






       fikih siswa kls 9__revisi.indd   88                                                                        6/16/16   5:32 PM
   89   90   91   92   93   94   95   96   97   98   99