Page 227 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 227
Dra. Triana Wulandari, M.SI., dkk. (eds.)
(4) Sanggup melanjutkan perjuangan rakyat Indonesia. Resolusi
ini juga dikirim kepada delegasi-delegasi Republik Indonesia dan BFO
diperjuangkan di KMB dan UNCI (United Nation Commision on
Indonesia).
i. Mengadakan Protes.
Pengadaan protes seputar:
* Mendengarkan laporan-laporan dari utusan-utusan mengenai
antara lain:
(1)Pembunuhan di Solo terhadap pegawai-pegawai PMI dan
pengungsi-pengungsi.
(2) Pembunuhan 40.000 orang yang sampai sekarang belum
diselesaikan di Sulawesi Selatan.
(3) Peristiwa Gunung Sumping tentang penembakan terhadap
anak-anak dan perempuan di pasar Kembang (Solo).
* Memprotes sekeras-kerasnya perbuatan-perbuatan kejam
yang dilakukan oleh tentara Belanda yang sangat her-tentangan
dengan perikemanusiaan dan
* Menuntut hukuman yang setimpal bagi mereka yang
mela-kukan keganasan itu.
* Protes ini disampaikan pula kepada delegasi-delegasi RI dan
BFO untuk diteruskan kepada Pemerintah Belanda serta kepada
UNCI, tembusan kepada pers dan gerakan-gerakan Perempuan
seluruh Indonesia.
Dalam proses penyelenggaran permusyawaratan yang
diprakarsasi KOWANI itu para utusan dari berbagai organisasi
perempuan sempat mendapat hambatan selama perjalanan. Dalam
situasi yang masih mencekam akibat Agresi Militer Belanda II sejak
19 Desember 1948 itu para utusan yang berangkat ke Yogyakarta
195
195

