Page 231 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 231
Dra. Triana Wulandari, M.SI., dkk. (eds.)
perempuan, Kongres menganjurkan untuk mempergunakan hak
pilihnya. Selain itu, terlaksananya Undang-Undang Perkawinan juga
tetap diperjuangkan oleh Kongres dan diusahakan agar diangkat pula
tenaga perempuan dalam Pengadilan Agama.
Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada
umumnya, perempuan dan anak-anak khususnya, Kongres Wanita
Indonesia mendirikan Yayasan Kesejahteraan Anak dan Yayasan
Hari Ibu, selain juga menggiatkan kembali Yayasan Kemajuan Wanita
“Seri Dharma”. Yayasan-yayasan tersebut adalah suatu usaha dari
Kongres Wanita Indonesia untuk mewujudkan kerjasama antara
organisasi-organisasi anggota. Untuk memperingati seperempat abad
Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia, didirikan gedung Persatuan
Wanita di Yogyakarta.
Pergerakan wanita pada waktu itu menaruh perhatian pula
terhadap perjuangan negara-negara sahabat. Dalam kongres tahun
1952, dikeluarkan pernyataan mendukung perjuangan rakyat
Tunisia untuk mencapai kemerdekaan.
Sebagai negara baru, beban Pemerintah Indonesia pada masa
ini sungguh berat. Selain keadaan sosial ekonomi yang masih jauh
dari baik, gangguan keamanan dan persiapan untuk pemilihan umum,
Indonesia masih harus pula memperjuangkan kembalinya Irian
Barat. Belanda nampaknya tidak bermaksud mengembalikan Irian
Barat kepada Indonesia sehingga perundingan-perundingan yang
diadakan selalu gagal.
Pergerakan Wanita Indonesia membahas pula persoalan Irian
Barat dalam Kongres yang diselenggarakan di Palembang dari tanggal
2-5 Maret 1955. Melalui kongres ini pula diputuskan untuk mengirimkan
‘pernyataan’ kepada Menteri Luar Negeri agar mendukung
sepenuhnya usaha Pemerintah untuk mengembalikan Irian Barat ke
dalam wilayah Republik Indonesia.
199
199

