Page 235 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 235
Dra. Triana Wulandari, M.SI., dkk. (eds.)
Pada tahun 1959 sebagai hasil perjuangan Kongres Wanita
Indonesia dengan Surat Keputusan Presiden tertanggal 16 Desember
1959 Nomor 316 tahun 1959, Hari Ibu dijadikan Hari Nasional bukan
hari libur.
Dalam masa tahun 1950 sampai dengan 1959 Kongres Wanita
Indonesia secara aktif membina hubungan dengan organisasi-
organisasi perempuan luar negeri. Kongres Wanita Indonesia
mengirimkan utusan-utusan ke berbagai konferensi internasional.
Pada masa ini, perlu dicatat bahwa KOWANI setelah berfusi dengan
Badan Kontak berhenti sebagai anggota WIDF (Women’s
International Democratic Federation) dan keanggotaan organisasi
luar negeri diserahkan kepada masing-masing organisasi.
Tahun 1959 merupakan tahun terakhir dari masa Demokrasi
Liberal. Setelah hampir 10 tahun mengalami ketidakstabilan Politik
akhirnya pada tanggal 5 Juli 1959 dengan Dekrit Presiden, Undang-
Undang Dasar 1945 dinyatakan berlaku kembali.
Oleh karena Undang-Undang Dasar 1945 tidak dilaksanakan
secara murni dan Presiden Soekarno memperluas wewenang dan
kekuasaan-nya, timbullah Demokrasi Terpimpin yang juga besar
pengaruhnya terhadap Pergerakan Wanita Indonesia.
ongres Wanita Indonesia Tahun 1950
ongr
ongres es WWanita Ianita Indonesia ndonesia TTahun 1950ahun 1950
B. B. B. B. B. KK KK Kongrongres es WWanita Ianita Indonesia ndonesia TTahun 1950ahun 1950
Kongres ini diadakan di Jakarta pada tanggal 24 — 28 Nopember
1950, dengan Pimpinan KOWANI dan Badan Kontak. Dalam forum
kongres ini dihadiri oleh wakil-wakil dari 63 organisasi perempuan
di berbagai kawasan Indonesia.
e enyelenggaraan Kongres
enynyelenggaraan Kelenggaraan Kongrongreses
1. 1. 1. 1. 1. PP PP Penyenyelenggaraan Kelenggaraan Kongrongreses
Kongres ini tidak lagi menggunakan nama Kongres KOWANI
sebagaimana kongres tahun 1946 hingga terselenggaranya
Permusyawaratan Wanita Seluruh Indonesi di Yogyakarta pada
203
203

