Page 230 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 230
Perempuan dalam Gerakan Kebangsaan
Perempuan dalam Gerakan Kebangsaan
ekonomi maupun politik. Dirasakan perlu menciptakan suatu badan
yang dapat menghubungkan organisasi-organisasi perempuan
Indonesia untuk kerjasama yang baik dengan saling menghargai
idiologi masing-masing.
Untuk mencapai hal tersebut, maka Badan Kontak yang
berke-dudukan di Jakarta bersama-sama dengan pengurus KOWANI
mengadakan Kongres Wanita Indonesia di Jakarta pada tanggal 24-
28 Nopember 1950. Pada Kongres ini Badan Kontak dan KOWANI
menggabungkan diri dengan nama Kongres Wanita Indonesia (nama
kongres tidak lagi disingkat dengan nama KOWANI). Kongres dinilai
sebagai kekuasaan tertinggi yang membawahi suatu Majelis
Permusyawaratan. Majelis itu sendiri terdiri dari wakil-wakil Pusat
Organisasi anggota.
Untuk melaksanakan keputusan-keputasan Kongres dan Majelis
Permusyawaratan dibentuk suatu kesekretariatan. Sedangkan di
tempat-tempat yang dipandang perlu, diadakan seorang konsul yang
dipilih oleh organisasi-organisasi di tempat itu dan disahkan oleh
Sekretariat.
Tujuan dari Kongres Wanita Indonesia tahun 1950 adalah
kesempur-naan kemerdekaan Indonesia, terlaksananya hak-hak
perempuan sebagai manusia dan warga negara, keamanan dan
ketentraman dunia. Kongres antara lain menuntut kepada
Pemerintah agar diadakan Undang-Undang Perkawinan yang
melindungi kaum perempuan dan menetapkan jumlah anggota
perempuan dan pria yang seimbang dalam Panitia Penyelidik Hukum
Perkawinan.
Menjelang akan diadakannya pemilihan pertama, Kongres
Tahun 1952 yang diselenggarakan di Bandung pada tanggal 22-25
Nopember 1952. Dalam kongres ini terdapat permintaan perhatian
dari Pemerintah tentang pengangkatan perempuan dalam kantor
pemilihan, baik di Pusat maupun di Daerah. Kepada kaum
198
198

