Page 290 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 290
Perempuan dalam Gerakan Kebangsaan
Perempuan dalam Gerakan Kebangsaan
5) Membentuk suatu barisan sukarelawati yang bertekad bulat,
ampuh serta siap siaga sewaktu-waktu melaksanakan setiap
Komando Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno baik untuk tugas-
tugas tempur maupun tugas-tugas homefront dalam rangka
DWIKORA mengganyang Malaysia.
6) Mendukung sepenuhnya anjuran Presiden untuk menjadi
pe-lopor dan Sukarelawati Swa Sembada Pangan, terutama dalar’
menghadapi proyek neo-kolonialisme “Malaysia”.
7) Agar wanita diikutsertakan dalam perencanaan, pelaksanaan
maupun pengawasan operasi-operasi ekonomi/Bidang Pangan, pada
pemerintahan, lembaga-lembaga, badan-badan lainnya mulai dari
tingkat pusat sampai tingkat daerah.
8) Memegang teguh Pancasila sebagai landasan Pendidikan
Nasional serta menjadikan Pancasila sebagai batu ujian keju-juran
revolusioner di lapangan pendidikan.
9) Menjadi pemrakarsa bagi penyelenggaraan konperensi
wanita Asia Afrika ke-II berSama seluruh perempuan Asia Afrika
lainnya secara gotong-royong.
10) Mendukung perjuangan rakyat negara-negara NEFO (New
Emerging Forces).
11) Menjadikan hari lahir Presiden tanggal 6 Juni sebagai Hari
Kanak-Kanak Nasional.
12) Susunan Dewan Pimpinan Kongres Wanita Indonesia
(KO-WANI) yang terpilih untuk jangka waktu tahun 1964-1967:
a) Dr. Ny. Hurustiati Subandrio (ISWI) sebagai Ketua
Koordinator.
b) Ny. Yo Chaerul Saleh (PERWARI)
c) Ny. Bambang Supeno (PERSIT KCK), yang kemudian diganti
oleh Ny. Latif Hendraningrat.
258
258

