Page 293 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 293
Dra. Triana Wulandari, M.SI., dkk. (eds.)
b. Perlunya penyempurnaan pelaksanaan peraturan
kepegawaian bagi pegawai perempuan.
Susunan Pengurus IKWANDEP yang pertama adalah sebagai
berikut:
Ketua : Ny. S. Koempoel (Departemen Penerangan)
Wakil Ketua : Nn. Aisah (Departemen Dalam Negeri)
Sekretaris Jenderal : Ny. Yoyoh Wartomo SH (Departemen
Kesehatan.
Bendahari : Ny. Rustamadji (Departemen Penerangan)
Pembantu Umum : Ny. Djamari Amin (Departemen Agama)
Ny. Lena Karim (AURI)
Ny. Erni (GARUDA)
Pembina organisasi adalah Menteri Nakertranskop pada saat
itu yaitu Dr. Awaludin dan kemudian diteruskan oleh Laksamana
Laut Mursalim. Penasehat adalah Ny. Maria Ulfah Soebadio SH.,
Dra. Ny. S.K. Trimurti, Drg. Ny. Yetty Rizali Noor dan Ny. Suwarni
Salyo SH.
Pada tahun 1964 IKWANDEP telah memberikan gelar “Ibu
Agung” kepada Ibu Negara Fatmawati Soekarno. Ketika Sekber
Golkar terbentuk, IKWANDEP menggabungkan diri di dalamnya dan
kemudian dikelompokkan sebagai anggota pada Koordinasi Wanita.
Sesuai dengan anjuran Dr. Awaludin dan Laksamana Mursalim,
pada tahun 1971 nama IKWANDEP diganti menjadi PERSATWI
(Persatuan Tenaga Kerja Wanita Indonesia) dengan maksud agar
ruang lingkup keanggotaannya tidak hanya Departemen/non
De-partemen/Lembaga Tinggi Negara dan PN, tetapi juga Swasta.
261
261

