Page 295 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 295

Dra. Triana Wulandari, M.SI., dkk. (eds.)

                Jakarta, ditandatangani naskah Keputusan Bersama tentang
                berdirinya “Badan Kerja Sama Dharma Pertiwi” (BKS Dharma
                Pertiwi) oleh para Ketua Umum ke 4 organisasi istri ABRI yaitu oleh:
                Ny. S.R. Lasmindar (Persit Kartika Chandra Kirana), Ny. Susilo
                (Yalase-nastri), Ny. Budiardjo (PIA Ardhya Garini), dan Ny. B.
                Suwito (Bhayangkari). Perlu diketahui bahwa pada waktu itu Ketua
                thnum organisasi istri ABRI belum dijabat secara fungsionil.

                     Sejak saat itu ke 4 organisasi tersebut telah menjalankan kegiatan
                yang sama sifat dan tujuannya serta mengadakan kerja sama di bidang
                sosial. Kejadian ini diikuti oleh daerah dengan terbentuknya BKS
                Dharma Pertiwi yang bcrsifat lokal dan tidak ada hubungannya satu
                sama lain.
                     3. Peranan Wanita dalam pengganyangan Gestapu/PKI

                     Setelah peristiwa G 30 S, pada 1 Oktober 1965 Mayor Jenderal
                TNI Soeharto selaku Panglima KOSTRAD segera mengambil
                langkah-langkah untuk pemulihan ketertiban dan keamanan. Proses
                pemulihan keamanan dan ketertiban ternyata mengalami hambatan,
                terutama karena sikap Presiden Soekarno sendiri seolah-olah
                melindungi PKI.
                     Timbul KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) dan KAPPI
                (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia), yang kemudian
                melan-carkan demonstrasi-demonstrasi. Di samping itu timbul KAP
                GESTAPU (Komando Aksi Pengganyangan GESTAPU) yang terdiri
                dari Partai Politik dan Organisasi Masa, dengan Ketua Haji Subchan
                Z.E. dan Sekjen Harry Chan SH.

                     Pada tanggal 30 Oktober 1965 Corps PII Wati (Eksponen
                KAPPI) menghubungi HMI Wati (Eksponen KAMI) untuk
                mengadakan pertemuan dengan ormas-ormas perempuan guna
                menjajagi kemung-kinan menggalang aksi di kalangan perempuan.
                Pada tanggal 3 Nopem-ber 1965, rapat KAP GESTAPU telah



                                             263
                                             263
   290   291   292   293   294   295   296   297   298   299   300