Page 115 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 115

SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA                                    115


                SEJARAH GEMPA BUMI DI BENGKULU       sebuah trauma yang terus menghantui
                Kedudukan Bengkulu dan Jalur Gempa di   alam lingkungan hidupnya. Tercatat dalam
                Pulau Sumatera                       peristiwa gempa paling akhir yaitu tahun
                Bengkulu yang terletak di bagian pantai   2000, 2003 dan 2007.
                barat  Pulau  Sumatera,  berada  pada      Gempa yang hebat pernah terjadi pada
                                   0
                             0
                garis  lintang  2   16’-  5   31’  LS  dan 101  0   tanggal 4 Juni 2000 adalah sebuah gempa

                        0
                01’ - 103 46’ BT.  Wilayah Bengkulu yang   tektonik berkekuatan 7,3 skala richter
                membujur dari Utara ke Selatan, di sebelah   merupakan gempa terbesar selama 20 tahun
                                                            2
                timur merupakan jajaran bukit Barisan dan   terakhir.  Gempa besar itu mengingatkan
                sebelah Barat menghadap Samudera Hindia.   orang, bahwa daerah ini memiliki
                Daerah  Bengkulu  termasuk  jalur  rawan   pengalaman panjang berhubungan dengan
                gempa, karena posisinya tepat berada pada   bencana gempa. Mulai semenjak dicatatnya
                lempeng Euresia, dan lempeng Australia   peristiwa gempa oleh Belanda pada tanggal
                                   1
                yang selalu bergerak.  Gerakan kedua   3 November 1759 dengan kerusakan yang
                lempeng tersebut menimbulkan dorongan   relatif cukup besar terhadap rumah-rumah
                terus menerus yang menyebabkan terjadinya   penduduk dan gedung-gedung yang
                akumulasi energi yang pada titik tertentu   dibangun oleh Belanda. Tahun 1770 gempa
                mengeluarkan kekuatannya dalam bentuk   yang sama terulang kembali dengan kondisi
                getaran yang disebut dengan gempa.   yang tidak jauh berbeda dengan peristiwa
                Gerakan kedua lempeng tersebut menjadi   tahun 1756. Empat puluh tahun kemudian,
                sumber gempa bumi di lepas Pantai Barat   tepatnya tahun 1818 terjadi kembali gempa
                Pulau Sumatera, termasuk disemua wilayah   besar yang diikuti dengan tsunami. Setelah
                Provinsi Bengkulu.                   gempa tahun 1818, gempa besar kembali
                   Mengingat posisi daerah ini berada   mengguncang daerah itu dengan kekuatan
                pada jalur lempeng yang selalu bergerak,   8,8 skala richter. Gempa besar itu terjadi
                maka daerah ini menjadi salah satu kawasan   tahun 1833 yang menelan korban cukup
                episentrum (pusat) gempa bumi yang sering   besar terutama terhadap bangunan yang
                memicu  gelombang  tsunami.  Diantara   banyak mengalami kerusakan, mulai dari
                daerah Bengkulu yang masuk pada jalur   kerusakan ringan sampai kerusakan berat.
                utama gempa adalah kota Bengkulu dan   Gempa tahun 1833 ini merupakan 10
                daerah Mukomuko. Peristiwa gempa yang   peristiwa gempar besar yang terjadi pada
                terjadi berturut-turut beberapa waktu yang   abad 19.
                lalu di Bengkulu kondisi yang paling parah      Bengkulu sampai sekarang masih tetap
                dialami yakni Mukomuko dibandingkan   diguncang oleh gempa yang menelan
                daerah lain di Bengkulu. Masyarakat yang   korban tidak sedikit, mulai dari yang ringan
                tinggal di wilayah Mukomuko karena sering   sampai yang paling berat, baik korban luka-
                mengalami  kejadian gempa  menjadikan   luka, jiwa maupun harta benda. Peristiwa
                                                     gempa pada tanggal 15 Desember tahun
                1  Zusneli Zubir, Ancaman Gempa Menjadi Bagian
                 Hidup Orang Minangkabau: Tinjauan Perspektif   2  Yuni Ikawati, Bencana Alam: Pantau Tsunami
                 Sejarah, dalam Jurnal Suluah Volume 10 No. 12   Mentawai, dalam, Kompas, Jumat, 12 Septem-
                 Juni 2010, hal 1                     ber 2007, hal. 14.
   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120