Page 119 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 119
SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA 119
lumayan besar. Sementara menurut informasi kejadian gempa yang menyebabkan
dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan kerusakan pada daerah-daerah yang sama
Geofisika (BMKG), gempa bumi berkekuatan seperti kejadian pada tahun 1756.
6,5 SR itu yang terjadi tanggal 2 Juni 2016 Kemudian tahun 1797 kembali tercatat
pukul 05.56 WIB dengan lokasi 2.29 LS,100.46 gempa besar yang terjadi di pantai Barat
BT pada 79 Km barat daya Pesisir Selatan, Pulau Sumatera dengan kekuatan 8,3 skala
Sumatera Barat. 8 richter. Gempa ini menimbulkan tsunami
Gempa yang terjadi secara berturut- di beberapa tempat, seperti Padang dan
turut di Bengkulu dalam rentang waktu yang Bengkulu, terutama daerah Mukomuko.
tidak terlalu lama, membuka kesadaran Sementara pusat gempa (Epicenter) berada
masyarakat Bengkulu, bahwa mereka berada di daerah sebelah Utara Pulau Siberut.
dalam ancaman gempa setiap saat. Pada Setelah 50 tahun kemudian sekitar tanggal
10
masa pemerintahan Hindia Belanda juga 24 November 1833, terjadi gempa yang
mencatat gempa Sumatera tahun 1756, lebih besar. Daerah-daerah yang berada
diduga berpusat di laut Samudera Hindia, sepanjang Pantai Barat Pulau Sumatera di
namun posisi pusat gempa tidak tersebut porak Porandakan, karena gempa tersebut
dengan jelas. Dugaan terhadap pusat diikuti oleh Tsunami. Beberapa daerah
gempa yang berada di Samudera Hindia mengalami kerusakan berat seperti Padang
itu, karena memang daerah ini berada pada dan Bengkulu, termasuk daerah Mukomuko.
lempeng Australia dan Euresia yang selalu Bahkan menurut laporan yang dibuat oleh
bergerak. Pemerintahan Hindia Belanda, getaran
Getaran yang ditimbulkan oleh gempa gempa itu juga menimbulkan kerusakan
pada masa itu menimbulkan kerusakan terhadap paling kurang delapan negara
relatif cukup berat, terutama rumah- yang berada di Samudra Hindia. Begitu
rumah penduduk yang terbuat dari beton, dahsyatnya getarannya, sehingga negara-
termasuk dinding-dinding bangunan milik negara yang ada di Samudera Hindia
pemerintah Hindia Belanda juga banyak tersebut merasakan bagaimana hebatnya
yang mengalami kerusakan. Sedangkan goncangan gempa tersebut.
besar getaran gempa tidak diketahui Gempa tahun 1833 ini berpusat
skalanya karena keterbatasan alat pada (Epicentrum) di Utara Pulau Pagai Utara,
zaman itu, meskipun akibat goncangan dengan kekuatan getarannya antara 8,8 –
yang ditimbulkan membuat banyak rumah 9,2 skala richter. Kekuatan getar sebesar
penduduk mengalami kerusakan, baik itu, pada saat itu diperkirakan daerah yang
9
rusak ringan maupun rusak berat. Tidak berada di pusat gempa seperti Bengkulu
beberapa lama kemudian, terjadi lagi mengalami tingkat kerusakan yang lebih
gempa, tepatnya pada tahun 1770. Dalam besar, menurut laporan pemerintahan Hindia
catatan Pemerintahan Hindia Belanda Belanda, terjadi banyak kerusakan terhadap
struktur bangunan dengan kerusakan yang
8 Ibid, BMKG
9 http://www.republika.co.id/berita/
shortlink/91392 10 Ibid

