Page 121 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 121
SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA 121
yang terjadi pada tanggal 12 September
2007 pukul 18.10 WIB, seperti dituturkan
masyarakat Mukomuko dan Bengkulu pada
saat gempa kepanikan terjadi di tengah
masyarakat yang berusaha menyelamatkan
diri dan selalu muncul isu tsunami yang akan
menghantam daerah sepanjang pantai Barat
Bengkulu. Di kota Bengkulu, ribuan warga
berhamburan keluar rumah dan berebut ke
tempat-tempat terbuka dan di jalan-jalan
atau ke lokasi yang lebih tinggi.
Akibat yang ditimbulkan dari gempa
bumi pada tanggal 4 Juni 2000 yang terjadi
di wilayah propinsi Bengkulu khususnya
di kabupaten Mukomuko telah menelan
banyak korban jiwa dan merusakkan
sebagian besar bangunan gedung dan
rumah penduduk. Berdasarkan data pada
ATAS
Gambar 2.46 Masjid Palik yang terletak di tanggal 10 Juni 2000 jumlah korban
Kecamatan Palik, Kabupaten Argo Makmur, menurut wilayah, tercatat di Kabupaten
Bengkulu. Masjid ini sebelum dibangun Bengkulu Selatan meninggal 59 orang, luka
kembali sempat mengalami kehancuran
berat 340 orang dan perumahan penduduk
pada waktu bencana gempa bengkulu pada
yang rusak 4193 rumah. Di Kabupaten
tahun 2007
Bengkulu Utara meninggal 3 orang, luka
berat tidak ada, dan perumahan penduduk
BAWAH
Foto 2.47 Bangunan rumah yang terletak yang rusak 504 rumah. Sementara di Kodya
di Desa Bintunan, Kecamatan Batik Enau, Bengkulu meninggal 38 orang dan luka
Kab. Bengkulu Utara. Rumah penduduk ini berat 121 orang, dan perumahan dan
hancur akibat Bencana Bempa Bengkulu
gedung yang rusak 1569 bangunan.
Tahun 2007 dan sampai tahun 2016 belum
Menurut catatan Stasiun Klimatologi
diperbaiki dan ditinggalkan penghuninya
Pulau Baai, sampai dengan Sabtu, 17 Juni
sejak tahun 1900-an, yaitu mulai dari Kaur, 2000, tercatat gempa susulan sebanyak 1927
Manna, Kota Bengkulu, Ketahun hingga getaran dengan kekuatan yang cenderung
Mukomuko. Semenjak munculnya perkiraan melemah. Gempa pada tanggal 4 juni 2000
beberapa titik potensi gempa, tidak berapa itu telah merusak dan memutuskan sarana
lama, tepatnya pada tahun 1912 daerah dan prasarana umum, seperti rumah sakit,
Bengkulu kembali diguncang gempa jalan raya, sekolah, dan sarana vital lainnya.
sebesar 8,9 SR yang diikuti oleh terjangan Hal itu menimbulkan persoalan baru bagi
tsunami hingga 30 km lebih. pemerintah dan masyarakat Bengkulu.
Peristiwa gempa dimata masyarakat Sebagai gambaran peristiwa gempa
Bengkulu tergambar dalam peristiwa gempa 12 September 2007 telah menimbulkan

