Page 128 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 128

128   JEJAK KEARIFAN LOKAL DALAM MITIGASI BENCANA GEMPA DI DALAM  KEHIDUPAN MASYARAKAT


                                                   masih mempertahankan arsitektur tradisional
                                                   Aceh. Pada peristiwa gempabumi Tanggal
                                                   26 Desember 2004, rumah-rumah adat
                                                   tersebut mengalami kerusakan ringan berupa
                                                   miringnya struktur dan rusaknya beberapa
                                                   bagian rumah. Namun demikian, kerusakan
                                                   tersebut relatif mudah diperbaiki dan cepat
                                                   dibandingkan rumah yang terbuat dari bahan
                                                   yang permanen. Angka korban jiwa akibat
                                                   gempabumi pada saat tersebut yang terdata
                                                   di desa ini tidak ada.
                                                   Umah Edet Pitu Ruang (Rumah Adat Gayo)
                                                   Di dataran tinggi Gayo, masyakarat juga
                                                   memiliki rumah adat suku Gayo yang diberi
                                                   nama Umah Edet Pitu Ruang, artinya Rumah
                                                   Adat Tujuh Ruang. Pada prinsipnya, Umah
                                                   Edet Pitu Ruang ini memiliki kemiripan
                                                   dengan Rumoh  Aceh, yang terbuat dari
                                                   kayu, berbentuk rumah panggung, dan
                                                   berpondasi umpak. Yang membedakannya
               ATAS                                adalah jumlah ruangan yang biasanya antara
               Gambar  3.3  Rumoh Aceh, Rumah      6-8 ruang dan ukiran yang digunakan. Umah
               Tradisional Aceh yang memiliki      Edet Pitu Ruang ini masih dapat ditemukan di
               kemampuan menahan gempa sehingga
                                                   Kecamatan Toweren dan Kecamatan Linge di
               tidak rusak pada saat gempa.
                                                   Kabupaten Aceh Tengah.
               BAWAH
               Gambar 3.4. Struktur tiang penyokong   KEARIFAN LOKAL GEMPABUMI DI NIAS
               rumah adat Aceh yang terbuat dari Kayu   Nias merupakan salah satu daerah dalam
               Seumantok (Kayu Kelas I yang ditemukan   Provinsi Sumatera Utara yang berada pada
               di Aceh).
                                                   deretan pulau-pulau pada sabuk busur
                                                   Sumatera. Kepulauan Nias ini memiliki
              tali ke balok-balok penyangga atap. Tali-tali   sejumlah pulau-pulau kecil yang terdiri dari
              tersebut  akan  diretas  dengan  parang  jika   131 buah pulau.  Jumlah penduduk yang
              terjadi kebakaran sehingga bagian struktural   bertempat tinggal di Kepulauan Nias ini
              utama bangunan akan selamat dari kebakaran.   diperkirakan berjumlah 788.132 jiwa. Secara
              Gambar 20 memperlihatkan salah satu   administratif, Kepulauan Nias terdiri dari lima
              bentuk Rumah Adat Aceh yang dilestarikan di   wilayah administratif, yaitu Kota Gunungsitoli,
              Gampong Budaya Lubok Sukon yang berada   Kabupaten Nias Utara yang beribukota
              di Kabupaten Aceh Besar.             di Lotu, Nias, Nias Barat di Lahomi, dan
                 Di Gampong Lubok Sukon masih dapat   Nias Selatan dengan Ibukota Teluk dalam.
              ditemui puluhan unit rumah penduduk yang   Gempabumi dalam bahasa asli Nias disebut
   123   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133