Page 132 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 132

132   JEJAK KEARIFAN LOKAL DALAM MITIGASI BENCANA GEMPA DI DALAM  KEHIDUPAN MASYARAKAT


              arsitektur tradisional Rumah  Adat Nias   baik yang tertanam dan diikuti oleh anggota
              Selatan (Nitto dkk, 2016). Desa adat ini   masyarakatnya. Selain itu menurut rumusan
              telah didaftarkan sementara sebagai salah   yang dikeluarkan oleh Departemen Sosial
              satu warisan dunia dan dalam proses   (sekarang Kementerian Sosial) kearifan
              pengesahannya. Gambar 29 memperlihatkan   lokal diartikan sebagai pandangan hidup
              gambar udara Desa Bawomataluo di Nias   dan pengetahuan serta berbagai strategi
              Selatan. Desa Adat Bawomataluo didirikan   kehidupan yang berwujud aktivitas yang
              sekitar  Tahun 1863 yang merupakan   dilakukan oleh masyarakat lokal dalam
              perpindahan penduduk dari Desa Orahili   menjawab  berbagai  masalah  dalam
              yang  dibakar  oleh  Belanda  pada  saat  itu   pemenuhan kebutuhan mereka. (Departemen
              (Feldman, 1977).                     Sosial RI, 2006).
              Masyarakat Nias terkenal dengan budaya      Hampir semua suku bangsa di Indonesia
              megalitik nya yang ditandai dengan   memiliki kearifan lokal tersendiri dalam
              banyaknya patung-patung atau ornamen-  melestarikan  lingkungan  hidup.  Namun,
              ornamen yang terbuat dari batu. Di depan   kearifan lokal itu secara perlahan seperti
              rumah adat nias biasanya terdapat batu yang   dilupakan tercermin dari fakta mulai
              khusus ditempatkan untuk menandai status   ditinggalkan yang berakibat pada kondisi
              sosial pemilik rumah. Patung-patung yang   lingkungan hidup makin mengkhawatirkan.
              menyerupai ujud manusia biasanya dibuat   Kekhawatiran akan hancurnya lingkungan
              untuk menandai hubungan antara pemilik   hidup di Indonesia tidak akan terjadi bila
              rumah yang masih hidup dengan yang telah   kearifan lingkungan atau kearifan lokal
              meninggal dunia. Rumah adat terbesar yang   masyarakat (local wisdom) yang sudah
              merupakan Rumah Kepala  Adat di Desa   tertanam dalam kehidupan masyarakat sejak
              Bawomataluo dikenal dengan Omo Sebua.   zaman dahulu tetap terpelihara dengan baik.
                 Rumah Omo Sebua ini disokong oleh   Sejak zaman pra-sejarah kearifan lingkungan
              66 tiang pendek dan 43 kayu menyilang.   sudah ada dalam kehidupan manusia yang
              Tiang-tiang tersebu memiliki variasi diameter   terwujud dari perilaku positif manusia purba
              antara 35 cm hingga 68 cm. Pada peristiwa   Indonesia dalam berhubungan dengan alam
              gempabumi Tanggal 28 Maret 2005, tidak   dan lingkungan sekitarnya.
              ada rumah adat di Bawomataluo yang rubuh.      Kearifan lokal ini secara umum menjadi
              Hanya terdapat beberapa kerusakan minor   budaya lokal atau budaya daerah memiliki
              seperti tiang yang miring pada rumah Omo   makna luhur karena memiliki unsur-unsur
              Sebua.                               yang digali dari budi luhur masyarakatnya.
                 Diskursus kearifan lokal (local wisdom)   Namun, budaya lokal yang memiliki makna
              dalam dekade belakangan ini mulai banyak   luhur itu tergusur oleh kemajuan teknologi
              diperbincangkan. Perbincangan tentang   yang tidak berbasis pada budi luhur,
              kearifan lokal sering dikaitkan dengan   akibatnya masyarakat lupa pada jati dirinya
              masyarakat lokal dan dengan pengertian   yang hidup dari alam dan untuk alam. Ada
              yang bervariasi. Kearifan lokal merupakan   anggapan bahwa tradisi masyarakat dalam
              gagasan-gagasan setempat (lokal) yang   mengelola lingkungan dengan berpijak
              bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai   pada budaya lokal tidak sesuai lagi dengan
   127   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137