Page 136 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 136

136   JEJAK KEARIFAN LOKAL DALAM MITIGASI BENCANA GEMPA DI DALAM  KEHIDUPAN MASYARAKAT















              Kerangka Cylde Kluckhohn mengenai lima hakekat
              dasar dalam hidup yang menentukan orientasi

              nilai-nilai budaya
              (Sumber: Koentjaraningrat, 2002: 194)






               No   Masalah Dasar dalam  Hidup          Orientasi Nilai budaya
               1   Hakekat Hidup (HH)     Hidup itu buruk   Hidup itu baik   Hidup itu buruk,
                                                                        tetapi manusia
                                                                        wajib berikhtiar
                                                                        supaya hidup itu
                                                                        menjadi  baik
               2   Hakekat  Karya (HK)    Karya itu untuk   Karya itu untuk   Karya itu untuk
                                          nafkah hidup    kedudukan,    menambah
                                                          kehormatan, dan   karya
                                                          sebagainya
               3   Persepsi manusia tentang   Orientasi ke masa   Orientasi ke masa   Orientasi ke masa
                   waktu (MW)             kini            lalu          depan
               4   Pandangan manusia terhadap   Manusia tunduk   Manusia   Manusia berusaha
                   alam (MA)              kepada alam  yang   berhasrat   menjaga
                                          dahsyat         menguasai alam   keselarasan
                                                                        dengan alam
               5   Hakekat                Orientasi  kolateral   Orientasi    Individualisme
                   hubungan manusia dengan   (horizontal), rasa   vertikal rasa   menilai tinggi
                   sesamanya              ketergantungan   ketergantungan   usaha atas
                   (MM)                   kepada sesamanya   pada tokoh-  kekuatan sendiri
                                          (berjiwa        tokoh atasan dan
                                          gotongroyong)   berpangkat
   131   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141