Page 140 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 140
140 JEJAK KEARIFAN LOKAL DALAM MITIGASI BENCANA GEMPA DI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT
keilahian dan berbagai pengalaman empiris. secara spesifik dengan budaya tertentu
Kearifan lokal terbentuk sebagai keunggulan (budaya lokal) dan mencerminkan cara hidup
budaya masyarakat setempat maupun suatu masyarakatnya.
kondisi geografis dalam arti luas. Budaya lokal merupakan istilah yang
Kearifan lokal merupakan produk budaya biasanya digunakan untuk membedakan
masa lalu yang telah teruji. Kearifan lokal dan dengan budaya nasional (Indonesia)
keunggulan lokal merupakan kebijaksanaan dan budaya global. Budaya lokal adalah
manusia yang bersandar pada filosofi nilai- budaya yang dimiliki oleh masyarakat
nilai, etika, cara-cara dan perilaku yang yang menempati lokalitas tertentu yang
melembaga secara tradisional. Kearifan berbeda dari budaya yang dimiliki oleh
lokal adalah nilai yang dianggap baik dan masyarakat yang berada di tempat yang
benar sehingga dapat bertahan dalam lain. Permendagri Nomor 39 Tahun 2007
waktu yang lama dan bahkan melembaga. pasal 1 mendefinisikan budaya daerah
Kearifan adat dipahami sebagai segala sebagai “suatu sistem nilai yang dianut
sesuatu yang didasari pengetahuan dan oleh komunitas atau kelompok masyarakat
diakui akal serta dianggap baik . Adat tertentu di daerah, yang diyakini akan
kebiasaan pada dasarnya teruji secara dapat memenuhi harapan-harapan warga
alamiah dan niscaya bernilai baik, karena masyarakatnya dan di dalamnya terdapat
kebiasaan tersebut merupakan tindakan nilai-nilai, sikap tatacara masyarakat yang
sosial yang berulang-ulang dan mengalami diyakini dapat memenuhi kebutuhan warga
penguatan. Apabila suatu tindakan tidak masyaraknya.
dianggap baik oleh masyarakat maka ia Di Indonesia istilah budaya lokal juga
tidak akan mengalami penguatan secara sering disepadankan dengan budaya etnik/
terus-menerus. Keberlangsungan secara subetnik. Setiap bangsa, etnik, dan sub etnik
alamiah terjadi secara sukarela karena memiliki kebudayaan yang mencakup tujuh
dianggap baik atau mengandung kebaikan. unsur, yaitu: bahasa, sistem pengetahuan,
Kebiasaan yang tidak baik akan hanya terjadi organisasi sosial, sistem peralatan hidup
apabila ada pemaksaan dari penguasa. dan teknologi, sistem mata pencaharian,
Bila demikian maka ia tidak tumbuh secara sistem religi, dan kesenian. Secara umum,
alamiah. Secara filosofis, kearifan lokal kearifan lokal (dalam situs Departemen
dapat diartikan sebagai sistem pengetahuan Sosial RI) dianggap pandangan hidup dan
masyarakat lokal/pribumi yang bersifat ilmu pengetahuan serta berbagai strategi
empirik dan pragmatis. Bersifat empirik kehidupan yang berwujud aktivitas yang
karena hasil olahan masyarakat secara lokal dilakukan oleh masyarakat lokal dalam
berangkat dari fakta-fakta yang terjadi di menjawab berbagai masalah dalam
sekeliling kehidupan mereka. Bertujuan pemenuhan kebutuhannya.
pragmatis karena seluruh konsep yang Berangkat dari pengertian tersebut
terbangun sebagai hasil olah pikir dalam di atas, kearifan lokal bukan sekedar nilai
sistem pengetahuan itu bertujuan untuk tradisi atau ciri lokalitas semata melainkan
pemecahan masalah sehari-hari. Kearifan nilai tradisi yang mempunyai daya-guna
lokal merupakan sesuatu yang berkaitan untuk mewujudkan harapan atau nilai-nilai

