Page 143 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 143

SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA                                    143


                                                     berlindung dari gejala alam, berubah
                                                     menjadi simbol dan status ekonomi dan
                                                     pangkat si penghuni. Oleh karena itu, tidak
                                                     heran kalau banyak rumah atau bangunan
                                                     dibangun dalam bentuk yang tidak rasional
                                                     dan lebih mencerminkan status si Pemilik.
                                                        Rumah Gadang atau Rumah Godang
                                                     adalah nama untuk rumah adat Minangkabau
                                                     yang merupakan rumah tradisional dan
                                                     banyak di jumpai di provinsi Sumatera Barat.
                                                     Rumah ini juga disebut dengan nama lain
                                                     oleh masyarakat setempat dengan nama
                                                     Rumah Bagonjong atau ada juga yang
                                                     menyebut dengan nama Rumah Baanjuang.
                          Gambar 3.14 The House of Five   Rumah dengan model ini juga banyak
                          Sense di Negeri belanda yang   dijumpai di Negeri Sembilan, Malaysia.
                          mengadopso desain Rumah    Namun tidak semua kawasan di Minangkabau
                          gadang Minangkabau         (darek) boleh didirikan rumah adat , hanya
                                                     pada kawasan yang sudah memiliki status
                tidak disiasatinya dengan cerdas rasional   sebagai nagari saja Rumah Gadang boleh
                struktur akibat gravitasi, atau dengan kata lain   didirikan. Begitu juga pada kawasan yang
                persyaratan dan ketentuan teknis bangunan   disebut dengan rantau, rumah adat ini juga
                belum diikuti secara cermat.         dahulunya tidak ada yang didirikan oleh para
                   Asesioris atau elemen bentuk bangunan   perantau Minangkabau.
                tidak lagi merupakan konsekuensi logis dari      Rumah Gadang sebagai tempat tinggal
                kebutuhan komposisi struktur, tapi lebih   bersama, mempunyai ketentuan-ketentuan
                banyak untuk mencapai bentuk-bentuk   tersendiri. Jumlah kamar bergantung kepada
                tertentu yang kadang-kala berlebihan dan   jumlah perempuan yang tinggal di dalamnya.
                bahkan berakibat merusak bangunan.   Setiap perempuan dalam kaum tersebut yang
                Pemilihan material bangunan tidak jarang   telah bersuami memperoleh sebuah kamar.
                merupakan kebutuhan sekadar kosmetika   Sementara perempuan tua dan anak-anak
                bangunan tanpa mempertimbangkan daya   memperoleh tempat di kamar dekat dapur.
                tahan, kebutuhan fungsional dan kehandalan   Gadis remaja memperoleh kamar bersama di
                bangunan.                            ujung yang lain. Seluruh bagian dalam Rumah
                   Demikian pula bentuk dan simbol   Gadang merupakan ruangan lepas kecuali
                bangunan  yang  sering  tidak  berdialog   kamar tidur. Bagian dalam terbagi atas lanjar
                dengan  lingkungan  dan  masyarakat   dan ruang yang ditandai oleh tiang. Tiang itu
                sekitarnya, karena bentuk dan simbol   berbanjar dari muka ke belakang dan dari kiri
                tersebut entah datang dari mana. Pergeseran   ke kanan. Tiang yang berbanjar dari depan ke
                pemahaman tentang kebutuhan rumah juga   belakang menandai lanjar, sedangkan tiang
                terjadi, dari semula hanya sebagai tempat   dari kiri ke kanan menandai ruang. Jumlah
   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147   148