Page 146 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 146
146 JEJAK KEARIFAN LOKAL DALAM MITIGASI BENCANA GEMPA DI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT
Shanghai Expo 2010 yang diselenggarakan
di Shanghai, China pada tahun 2010.
SIMBOL
Gonjong (bagian atap yang melengkung
dan lancip) Rumah Gadang menjadi simbol
atau ikon bagi masyarakat Minangkabau
disamping ikon yang lain, seperti warna
hitam-merah-kuning emas, rendang, dan
lainnya. Hampir seluruh kantor pemerintahan
di Sumatera Barat memakai desain Rumah Gambar 3.15 Rumah
Gadang dengan atap gonjong, walaupun Khas Minangkabau
dibangun dalam kontruksi pasangan semen-
bata (tembok). Ikon gonjong juga dipakai di meski diguncang gempa berkekuatan 7,3
bagian facade rumah makan Padang yang skala Richter yang berpusat di Tasikmalaya
tersebar di berbagai tempat di Indonesia. itu. Padahal, sekitar 8.800 rumah lain yang
Logo-logo lembaga atau perkumpulan umumnya terbuat dari tembok rusak berat
masyarakat Minang juga banyak yang dan sekitar 9.300 rumah lainnya rusak ringan.
memakai ikon gonjong dengan segala Di antara rumah yang rusak berat,
variasinya. Bentuk gonjong yang melancip termasuk di antaranya bangunan-bangunan
seperti itu sebenarnya melambangkan atau megah dan bertingkat yang terbuat dari
meniru bentuk kapal yang tahan terombang- beton. Ironisnya, kandang kambing di
ambing ombak besar. Dalam artian daya sekitarnya yang umumnya terbuat dari
tahan terhadap bencana gempa bumi, bambu dan kayu tetap utuh. Sama sekali
maka bentuk rumah seperti kapal juga tidak rusak.
dimaksudkan sebagai bentuk kearifan lokal Saat terjadi gempa bumi yang
yang ternyata terbukti ampuh pada daerah mengguncang Padang Pariaman, Sumatera
rawan gempa seperti di Sumatera Barat. Barat, akhir September 2009, kondisinya
hampir sama. Bangunan-bangunan beton
Kearifan Lokal yang Ditinggalkan bertingkat, termasuk hotel dan rumah, hancur
Saat terjadi gempa bumi di Tasikmalaya, Jawa diguncang gempa dahsyat berkekuatan 7,6
Barat, 2 September 2009, tak ada satu pun skala Richter. Namun, bangunan tradisional
rumah di Kampung Naga yang rusak, apalagi rumah gadang yang sebagian besar terbuat
hancur. Padahal, seluruh rumah di kampung dari kayu tetap utuh tak mempan diguncang
tradisional masyarakat asli Sunda itu terbuat gempa.
dari bambu. Umur rumah pun rata-rata sudah Inilah salah satu bentuk kearifan
puluhan tahun. lokal masyarakat yang sebagian masih
Bukan hanya itu. Ratusan rumah buruh terpelihara dengan baik. Masyarakat zaman
perkebunan teh di Kabupaten Bandung dahulu sudah menyadari daerahnya rawan
yang sebagian besar terbuat dari bambu gempa. Karena itu, saat membangun rumah
dan berdinding gedek juga tetap utuh pun, dengan alam pikiran yang sederhana,

