Page 150 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 150

150   JEJAK KEARIFAN LOKAL DALAM MITIGASI BENCANA GEMPA DI DALAM  KEHIDUPAN MASYARAKAT


              menahan getaran gempa. Padahal rumah   tidak dihuni akan berdebu dan cepat lapuk.
              itu hampir rampung, dindingnya tinggal   Lihat rumah ini, sudah 74 tahun masih bediri,
              diplester.                           sudah dipakai tiga generasi,” katanya.
                 Setelah gempa berlalu, ia bergegas naik       Rumah Gadang Padang seluruh material
              ke rumah tua yang telah ditempatinya selama   utamanya terbuat dari kayu, kecuali atap yang
              55 tahun. Di atas rumah tidak terlihat barang-  menggunakan seng. Ke-16 tiang rumah tidak
              barang bergeser, emari, televisi dan barang-  langsung ditanam di tanah, tetapi berada di
              barang rumah tangganya tetap berada di   atas pondasi batu yang datar dengan posisi
              tempat. Hanya beberapa gelas dalam lemari   tiang vertikal.
              yang  posisinya  rebah.  “Sebenarnya  lebih      Selain untuk menghindari kelapukan,
              aman di rumah kayu seperti ini, kalaupun   tiang di atas umpak batu ini juga fleksibel
              kita ada di dalam saat datang gempa tetap   terhadap  guncangan  gempa.  Setelah
              aman. Beberapa kali gempa besar saya alami   gempa, tidak terlihat ada tiang yang
              berada di atas rumah dan rasanya seperti   bergeser dari umpak batu. Rumah Gadang
              naik kapal laut yang terkena ombak, tidak ada   ini menggunakan sistem, sambungan sendi-
              dinding yang retak atau jatuh, karena semua   sendi pasak kayu yang diselipkan di bagian
              dari kayu,” kata Jarimis, warga Kelurahan   pertemuan struktur kerangka utama. Tidak
              Pisang, Padang memuji rumah tuanya. Rumah   menggunakan paku atau baut, sehingga
              tua berwarna coklat tua tanpa cat itu warisan   lentur terhadap  guncangan gempa.
              keluarganya yang dibangun kakeknya pada   Ditambah lagi dengan dinding kayu yang
              1935. Disebut Rumah Gadang Padang,   ringan, atap seng yang ringan, dan ditopang
              dengan atap yang tanpa bagonjong.    banyak tiang yang kokoh sehingga tahan
                 Rumah gadang berukuran 9 x 8 meter   terhadap guncangan gempa.
              itu dibuat seperti rumah panggung,      Tidak hanya rumah tua  Jarimis yang
              tingginya dua meter dari tanah dengan 16   tak takluk oleh gempa, setelah gempa 30
              tiang. Empat tiang berjejer masing-masing   September lalu, di beberapa tempat yang
              menopang bagian beranda hingga bagian   masih memiliki rumah gadang di Kota
              belakang rumah. Tonggak rumah ini terbuat   Padang seperti di Seberang Padang, Kuranji
              dari sebatang pohon kayu keras dan bulat   dan Pauh hampir tidak ada rumah gadang
              dengan diameter 20 cm. Uniknya 4 tiang   yang rusak.  Yang mengalami kerusakan
              bagian dalam mirip pohon yang meliuk dan   hanya bangunan tambahan yang dibuat
              tidak lurus, bahkan ada dua tiang utama   belakangan seperti tambahan dapur dari
              yang paling tinggi langsung menopang atap   bangunan tembok bata atau tangga dari
              rumah, menjulang seperti sebatang pohon.   semen. Kebanyakan bangunan tambahan ini
              Menurut Jarimis, jenis kayu yang digunakan   retak dan roboh karena gempa.
              adalah kayu Banio dan Surian yang tua dan      Tinggal di salah satu jalur  ring of
              keras, mulai dari dinding hingga tiangnya   fire dunia, di atas patahan yang selalu
              sehingga dinding rumah hingga tiang   bergerak, mungkin nenek moyang kita
              berwarna coklat tua. Untuk pemeliharaan   telah menyadarinya, dengan membangun
              agar tidak lapuk, rumah cukup  ditinggali   rumah kayu yang bisa bergerak seirama
              dan disapu setiap hari. “Kalau rumah tua   gempa. Mereka telah mewariskan bangunan
   145   146   147   148   149   150   151   152   153   154   155