Page 145 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 145

SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA                                    145


                   Belakang dari bahan bambu. Papan   disebut juga sebagai mambangkik batang
                dinding dipasang vertikal, sementara semua   tarandam (membangkitkan pohon yang
                papan yang menjadi dinding dan menjadi   direndam), lalu proses pembangunan Rumah
                bingkai diberi ukiran, sehingga seluruh   Gadang  berlanjut ke prosesi berikutnya,
                dinding menjadi penuh ukiran. Penempatan   mendirikantonggak tuo atau tiang utama
                motif ukiran tergantung pada susunan dan   sebanyak empat buah, yang dipandang
                letak papan pada dinding Rumah Gadang.   menjadi sangat keras dan tak bisa dimakan
                Pada dasarnya ukiran pada Rumah Gadang   rayap, sehingga bisa bertahan sebagai
                merupakan ragam hias pengisi bidang   tonggak tuo atau tiang utama selama
                dalam bentuk garis melingkar atau persegi.   ratusan tahun. Perendaman batang kayu
                Motifnya umumnya tumbuhan merambat,   yang akan dijadikan tonggak tuo tersebut
                akar yang berdaun, berbunga dan berbuah.   merupakan salah satu kunci yang membuat
                Pola akar biasanya berbentuk lingkaran, akar   Rumah Gadang tradisional mampu bertahan
                berjajaran, berhimpitan, berjalinan dan juga   hingga ratusan tahun melintasi zaman.
                sambung menyambung. Cabang atau ranting   Proses pemilihan dan penguatan tonggak
                akar berkeluk ke luar, ke dalam, ke atas dan   rumah gadang sehingg mampu bertahan
                ke bawah. Disamping motif akar, motif lain   ratusan tahun dan tahan menghadapi
                yang dijumpai adalah motif geometri bersegi   goncangan tanpa patah juga merupakan
                tiga, empat dan genjang.             bukti bahwa kearifan lokal Minangkabau
                Motif daun, bunga atau buah dapat juga   berhasil mengatasi permasalahan daerah
                diukir tersendiri atau secara berjajaran.   rawan bencana gempa bumi yang merusak
                                                     struktur bangunan.
                PROSES PEMBUATAN
                Menurut tradisi, tiang utama Rumah Gadang   ADOPSI
                yang disebut tonggak tuo yang berjumlah   Keunikan bentuk atap Rumah Gadang yang
                empat buah/batang diambil dari hutan secara   melengkung dan lancip, telah menginspirasi
                gotong royong oleh anak nagari, terutama   beberapa arsitek di belahan negeri lain,
                kaum kerabat, dan melibatkan puluhan   seperti Ton van de Ven di Negeri Belanda
                orang. Batang pohon yang ditebang biasanya   yang mengadopsi desain Rumah Gadang
                adalah pohon juha yang sudah tua dan lurus   pada bangunan  The House of the Five
                dengan diameter antara 40cm hingga 60cm.   Senses. Bangunan yang dioperasikan
                Pohon juha terkenal keras dan kuat. Setelah di   sejak tahun 1996 itu digunakan sebagai
                bawa ke dalam nagari pohon tersebut tidak   gerbang utama dari Taman Hiburan Efteling.
                langsung di pakai, namun direndam dulu di   Bangunan setinggi 52 meter dan luas
                kolam milik kaum atau keluarga besar.Makin   atap 4500 meter persegi itu merupakan
                lama proses perendaman akan menghasilkan   bangunan berkonstruksi kayu dengan atap
                kualitas kayu yang tahan lama.       jerami yang terbesar di dunia menurut
                   Setelah cukup waktu batang pohon   Guinness Book of Records.
                tersebut diangkat atau dibangkit untuk      Desain Rumah Gadang yang banyak
                dipakai sebagai  tonggak tuo. Prosesi   terdapat di Negeri Sembilan juga diadopsi
                mengangkat/membangkit pohon tersebut   pada bangunan paviliun Malaysia di World
   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150