Page 149 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 149
SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA 149
Foto 3.19 Bangunan rumah tradisional Bengkulu
berbentuk panggung yang ditopang tiang-tiang
kayu (sekarang bagian bawah dijadikan ruangan
dan diberi dinding bata). Bangunan panggung
dari kayu banyak yang selamat sewaktu terjadi
Gempa Bengkulu 2017 dan tidak mengalami
kerusakan yang berarti.
prinsip rangkiang ini sama halnya dengan Spesifikasi fungsi rangkiang menunjukkan
tabungan untuk membayar pajak atau zakat. kekayaan masyarakat agraris Minang. Tak
Sempurna, dan sejalan dengan konsep hanya melimpah-ruahnya hasil pertanian
mitigasi. Lalu, kenapa rangkiang tidak sehingga dapat dibagi-bagi pada banyak
dikembalikan lagi pada peruntukan asal rangkiang, tetapi juga kekayaan hati mereka
pembentukanyanya,kalau pun bukan wujud untuk berbagi pada sesama.
bangunannya, paling tidak konsepnya dapat Berikut ini cerita tentang salah satu rumah
diadopsi. tua. Seperti kapal laut yang terkena ombak,
Bentuk rangkiang hampir sama dengan rumah kayu coklat tua itu berederak-derak,
rumah gadang, atapnya bergonjong dengan berayun mengikuti irama gempa berkekuatan
kolong lebih rendah dari bangunan rumah 7,9 skala Richeter pada 30 September lalu
gadang. Seluruh rangkiang tidak berjendela selama lebih dari satu menit. Jarimis, 55
dan tidak berpintu. Hanya ada bukaan tahun, sang pemilik rumah yang terduduk di
kecil di bagian atas dari salah satu segitiga halaman belakang karena gempa menatap
lotengnya. Dindingnya mengembang ke rumah tuanya dan sedikitpun tidak khawatir
atas. Terdapat tangga (mabu) untuk menaiki rumah tuanya akan ambruk. Namun, tak jauh
rangkiang yang dapat dipindah-pindahkan di sebelahnya, dinding bata rumah baru yang
untuk keperluan lain. sedang dibangunnya runtuh, tak mampu

