Page 153 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 153

SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA                                    153


                sifat-sifat alam dimana mereka tinggal di   masyarakat Bengkulu mulai membangun
                daerah rawan gempa.                  rumah dengan dinding berupa anyaman
                   Rumah  Tradisional Bengkulu yang   bambu yang dilapisi semen dan ditaburi
                berbentuk panjang danterbentuk dari kayu   kapur, dan beratap seng. Rumahnya tetap
                merupakan warisan yang diterima secara   memperlihatkan ciri tradisional dengan
                turun menurun dari generasi ke generasi,   teknologi dasar tetap seperti rumah
                sehingga rumah ini bentuknya dari dahulu,   tradisional, tetapi sudah kena sentuhan
                semenjak dibangun pertama kali sampai   desain rumah Belanda dengan model
                diwariskan ke generasi berikutnya bentuknya   Eropa. Rumahnya terlihat lebih cantik, kalau
                tetap sama (ancient tradition). Pembangunan   digoncang gempa tak terlalu berbahaya
                rumah itu terwujud juga karena adanya   bagi penghuninya.
                pengalaman yang dilalui selama berinteraksi      Setelah Indonesia merdeka, perubahan
                dengan alam lingkungan dimana dia    yang terjadi sudah semakin cepat. Perubahan
                bertempat tinggal, termasuk sering terjadi   itu cukup besar, terutama pada rumah-
                gempa.                               rumah  masyarakat  di  Bengkulu,  hal  itu
                   Hanya saja, pada saat penjajahan Belanda,   seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang
                mulai ada perubahan terhadap masyarakat.   semakin baik. Rumah-rumah tradisional
                Mereka membangun rumah mulai mengikuti   mulai ditinggalkan, beralih pada rumah-
                model bangunan Belanda. Bangunan dengan   rumah yang dianggap lebih modern dengan
                menggunakan semen, meskipun bangunan itu   menampilkan berbagai macam model.
                tidak sepenuhnya menggunakan bahan semen   Tentu saja bahan utama rumahnya terdiri
                (Semi permanen).  Awalnya hanya tangga,   dari semen dengan kontruksi beton sebagai
                kemudian meningkat pada dindingnya.  dasarnya. Ternyata pada saat terjadi gempa
                   Perubahan lain yang terjadi pada rumah   besar berturut-turut di Bengkulu, justru yang
                tradisional  Bengkulu  adalah,  rumah  yang   banyak hancur itu adalah rumah dengan
                selama ini terbuat dari kayu, mulai dicampur   konstruksi beton, apabila dibandingkan
                dengan menggunakan semen.  Terutama   rumah-rumah tradisional yang bahannya
                untuk dinding rumah, menggunakan     hanya dari kayu.
                bambu yang dilapisi semen.  Artinya      Jadi  rumah-rumah  tradisional  ini
                masyarakat masih mempertimbangkan    dibangun atas dasar pengalaman yang
                untuk mengganti kayu dengan semen    dilalui oleh masyarakatnya. Pengalaman itu
                sepenuhnya, karena mereka menyadari   merupakan warisan yang diterima secara
                daerahnya adalah daerah yang selalu berada   turun menurun dari generasi ke generasi,
                dalam ancaman gempa. Kalaupun kemudian   sehingga rumah ini bentuknya dari dahulu,
                masyarakat mulai mengikuti perkembangan   semenjak dibangun pertama kali sampai
                yang diperkenalkan oleh Belanda, tetapi   diwariskan ke generasi berikutnya bentuknya
                mereka tetap membangun rumah dengan   tetap sama (ancient tradition). Pembangunan
                mempergunakan dominan kayu.          rumah itu terwujud juga karena adanya
                   Jadi rumah tradisional Bengkulu  yang   pengalaman yang dilalui selama berinteraksi
                selama ini terbuat dari  kayu, setelah kena   dengan alam lingkungan dimana dia
                pengaruh arsitektur kolonial Belanda,   bertempat tinggal.
   148   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158