Page 157 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 157

SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA                                    157



                Peristiwa bencana gempa bumi dan tsunami   sempat saya lihat cucu saya dalam air,
                menjadi sangat penting dalam kehidupan   saya coba raih tapi tidak dapat, yang ada
                manusia karenanya perlu disimpan dalam   tangan saya kesangkut di pagar, ini hampir
                ingatan kolektif dan tidak bisa atau tidak   putus,” cerita Umi. Umi Kalsum pun hilang
                boleh dilupakan. Karena itu pada setiap   kesadarannya Karena terombang-ambing
                waktu perlu diingat dan dikenang. Tidak   gelombang pekat tsunami. Tapi tiba-tiba
                mengherankan apabila peristiwa gempa dan   ada ular yang mendekat dan melilitnya.
                tsunami Aceh tahun 2004, selalu diperingati   “Saya sadar pertama sudah di jembatan
                setiap masa. Masyarakat merasa perlu untuk   ini (Jembatan Kajhu), ya subhanallah mulut
                selalu mengingat dan mengenang peristiwa   ular itu di depan mata saya, tubuh saya itu
                yang berharga tersebut agar dapat dipetik   dililitnya,” ujar Umi Kalsum dalam bahasa
                pelajaran, hakekat, dan maknanya. Menarik   Aceh. Si ular terus membawanya mendekat
                untuk disimak salah satu contoh penggalan   ke relawan.  Tiga pemuda dari PMI
                kisah refleksi ingatan kolektif tentang gempa   kemudian menjemputnya dan melepaskan
                dan tsunami di  Aceh pada tahun 2004   lilitan ular dari tubuhnya. “Sempat saya
                tersebut dalam suatu peringatan ulang tahun   bilang  sama  anak  itu,  pas  ditarik  saya,
                ke-10 dan ke-9 menurut sajian media pers   nak ada ular, tidak apa-apa katanya dia
                sebagai berikut.                      nggak ganggu kita, cerita nenek yang
                                                      juga kehilangan 30  sanak saudaranya
                   “Gempa  dahsyat  pada  Minggu,  26   saat tsunami menghantam desanya.”
                 Desember 2004, pagi yang disusul     (Hamzirwan, 2015; Rizki Gunawan. 2014).
                 tsunami meluluhlantakkan sebagian besar
                 wilayah pesisir Provinsi Aceh. Sebanyak      Penggalan catatan kisah bencana
                 126.741 warga Aceh tewas dan 93.285   gempa dan tsunami yang melanda Aceh
                 orang hilang dalam bencana tsunami   puluhan tahun yang lalu tersebut di atas,
                 yang tergolong terbesar sepanjang   cukup dapat menggugah kembali memori
                 sejarah. Guncangan gempa berkekuatan   kolektif masayakat Aceh maupun masyarakat
                 8,9 skala Richter yang berpusat di   Indonesia pada umumnya. Setiap pembaca
                 kedalaman 20 kilometer di Samudra   secara bebas bisa mengembangkan
                 Hindia sejauh 149  kilometer  selatan   imajinasinya masing-masing, mengenai
                 Meulaboh, Aceh Barat, terjadi pukul 07.58.   kedahsyatan bencana pada tahun 2004
                 Gempa kedua berkekuatan 5,9 skala   dalam meluluhlantakkan  sebagian  dari
                 Richter di kedalaman 10 km di sebelah   daerah  Aceh.  Namun  pada sisi  lain,
                 barat Pulau We, Sabang, terjadi pukul   pembaca juga sekaligus dapat memberikan
                 08.48. Umi  langsung bergegas lari. Sang   tanggapan, interpretasi dan simpulan hakekat
                 anak sempat memintanya untuk tidak lari,   dan makna dibalik peristiwa tersebut secara
                 tapi wanita yang saat itu berumur 48 tahun   luas dan lebih jauh. Pada sisi lainnya lagi,
                 memilih berlari mengajak cucunya. Baru   pembaca juga dapat melakukan komparasi
                 beberapa meter berlari, tubuh Umi dan   dan evaluasi terhadap gempa-gempa yang
                 cucunya terhempas ombak tsunami. “Kami   terjadi di tempat lain, di Indonesia dan
                 sudah teraduk-aduk dalam air, sesaat   bahkan di negara lain. Lebih jauh, penggalian
   152   153   154   155   156   157   158   159   160   161   162