Page 161 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 161

SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA                                    161


















                Jeritan ayah yang kehilangan anak    “Jangan sedih begitu, ayah dan ibu, susul amakmu
                Jeritan isteri yang kehilangan suami   Di pintu besar Taman Firsaus anakmu menunggu”.
                Jeritan suami yang kehilangan isteri   Benarkah begitu?
                Jeritan keluarga yang kehilangan semuanya   Allah
                Jeritan bangsa yang kehabisan segalanya  Telah kami rasakan gempa di daraan
                Maadza arada Llaahu bi haadxza mathala?   Telah kami deritakan gempa di lautan
                Apa gerangan yang Dikau kehendaki dari ini   Telah kami alami letusan gunung api
                umpama?                              Telah kami alami banjir tsunami besar-besaran
                Bilakah gerangan kami mampu membaca tanda-
                                                     Telah kami rasa dadakan ribuan kematian
                tanda?
                                                     Beri kami kemampuan membaca tanda-tanda
                Tetapi di mata kami yang ditabiri hijah
                                                     Allah
                jenazah bergelimpangan
                                                     Luar biasa banyak dosa kami
                Dengan panorama kiamat luar biasa pedihnya
                                                     Kurniai kami kemampuan
                pemandangan
                Benarkah demikian?                   Luar biasa banyak kelemahan kami
                                                     Beri kami kekuatan
                Di mata kami yang diselaputi lapisan bayi-bayi mati
                                                     Untuk bangkit kembali
                penuh penderitaan
                                                     Untuk membantu
                Para ibu tenggelam dalam cuka melumuri luka
                                                     Saudara-saudara sebangsa
                kesedihan
                                                     Dalam musibah
                Benarkah demikian?
                                                     Terbesar dalam sejarah
                Bilakah tersingkap hijab sehingga yang tampak
                                                     Amin.
                adalah barisan ribuan yuhada
                Yang gembira diantar malaikat berbondong-bondong
                ke Jannatu Na’im

                Dan bayi-bayi Aceh itu berlari-lari lincah ke
                gerbangnya
                Di sana mereka tunggu orangtua mereka yang sedih
                di dunia
   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166