Page 164 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 164

164            REVITALISASI KEARIFAN LOKAL DALAM PENANGGULANGAN BENCANA GEMPA


                 Pada abad ke-17 -18, wilayah      MENCARI HIKMAH DI BALIK GEMPA
              Sumatera pernah menjadi salah satu pusat   Merencanakan harapan ke masa depan
              berkembangan tradisi dan wacana intelektual   dengan strategi revitalisasi kearifan lokal
              Islam di Nusantara. (IDAS, 3, 2012: 145).   tersebut di atas perlu diperkuat dengan
              Disebutkan pula bahwa tradisi dan wacana   visi optimis dan visioner. Andrew Robinson,
              Islam Nusantara pada masa masa awal proses   seorang sejarawan gempa asal  Amerika
              Islamisasi pada  masa itu  adalah  sufisme.   menyatakan dalam bukunya Earth-Shattering
              Tradisi sufisme dalam dunia Melayu telah   Events. Earthquakes, Nations and Civilization
              banyak  tercermin dalam  teks-teks klasik,   (2016), bahwa pengkajian bencana gempa
              seperti Hikayat Pasai dan Sejarah Melayu.   tidak harus hanya melihat sisi negatifnya atau
              Doktrin-doktrin Tasawuf di Nusantara pada   akibat buruknya saja, melainkan juga perlu
              masa itu banyak bersemi antara lain di Aceh,   melihat sisi positifnya. Menurutnya, dalam
              Palembang dan Makassar. Di Aceh muncul   mengkaji akibat bencana gempa patut dikaji
              antara lain tokoh pemikir Hamzah al-Fansuri,   juga faktor positif yang disebutnya sebagai
              Syamsudin as-Sumatrani, Nuruddin ar-Raniri   ‘blessing in disguise’.
              (1658), dan  Abdur Rauf as-Singkili atau      Robinson (2016:58-358) menyajikan
              Abdur Rauf Singkel. Di Palembang muncul   berbagai contoh adanya peristiwa bencana
              tokoh Syekh Abdus Samad al-Palembangi,   gempa di dunia, yang ternyata pada
              sedangkan di Makassar tampil tokoh   masa kemudian tidak hanya membawa
              Muhammad Yusuf al-Makasari (1699). Hamzah   kerusakan, tetapi sebaliknya pada akhirnya
              al-Fansuri antara lain menulis karyanya Jauhar   justru membawa akibat kelahiran kemajuan
              al-Haqa’iq (Esensi Hakikat); Syamsuddin as-  kehidupan di daerah tempat peristiwa itu
              Sumatrani menulis Asrar al-‘Arifin (rahasia   terjadi.  Sebagai contoh ia menunjukan,
              kaum Gnostik); Abdur Rauf as-Singkili meulis   misalnya, pengalaman kota San Francisco,
              amasalh fikih, tafsir dan tasawuf; Nuruddin   yang pada tahun 1906 mengalami kerusakan
              ar-Raniri: Sirat al-Mustaqim; Syekh Abdus al-  besar akibat gempa dan kebakaran, dalam
              Palembangi antara lain : Ratib Samman. (IDAS,   perkembangan berikutnya jusru telah
              3, 2012: ibid)                       melahirkan respons untuk melakukan
                 Doktrin-doktrin Sufisme Islam Melayu-  pembangunan  wilayah industri  dengan
              Nusantara yang dirumuskan mereka melalui   teknologi canggih. Pembangunan wilayah
              berbagai karya intelektual mereka tersebut   industri tersebut secara khusus ditempatkan
              sangat berpengaruh dalam proses Islamisasi   pada suatu tempat yaitu di San Andreas yang
              di Nusantara dan mewarnai jiwa zamannya.   terletak tenggara San Francisco sekarang,
              Semangat intelekrualitas yang cerdas dari   yang pada masa kemudian terkenal sebagai
              tokoh-tokoh pemikir yang kebetulan lahir   Silicon Valley. Perkembangan ini terutama
              di wilayah gempa inilah yang menarik   berlangsung sejak 1950an.
              untuk  direvitalisikan  sebagai  salah  satu      Lebih lanjut, Robinson (2016) menjelaskan
              kunci pengembangan strategi kebijakan   bahwa sejak masa prasejarah manusia
              kebudayaan di Indonesia pada masa kini dan   sesungguhnya telah hidup bersama dengan
              masa depan.                          gempa yang membawa kerusakan fatal.
                                                   Disebutkan bahwa lebih dari separuh kota-
   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169