Page 163 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 163
SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA 163
2015: 21-33). Selain tersebut diatas, di kini telah banyak tradisi kecil di sementara
Sumatera Selatan sendiri pada sekitar daerah atau komunitas di daerah terpencil
abad ke-7 hingga abad ke-11 pernah sudah banyak yang hilang akibat pengaruh
terdapat Kerajaan Buddha Sriwijaya. perubahan zaman. Misalnya, ada pertanda
Sejarah menunjukkan bahwa beragamnya bahwa banyak bahasa lokal yang jumlah
latar belakang kerajaan dan bahkan latar penuturnya sangat kecil, mudah terancam
belakang agama di Sumatera tersebut kepunahan. Hal sama juga berlaku pada
semakin memperkaya khasanah budaya berbagai tradisi kecil, seperti adat-istiadat
dan kearifan lokal di Sumatera. Semenjak dan nilai kearifan lokal lainnya di wilayah
awal abad abad ke-16 sampai awal abad Kepulauan Indonesia.
ke-20 di daerah Minangkabau terdapat Oleh karena itu menarik untuk dilakukan
suasana kedamaian hubungan saling upaya revitalisasi nilai-nilai kearifan budaya
harga-menghargai antara kaum adat dan lokal secara terencana dan teroraganisasi
kaum agama atau antara hukum adat dan secara mantap. Keterlibatan pemerintah baik
hukum syari’at Islam sebagaimana tercermin pusat maupun daerah dalam hal ini sangat
dalam pepatah Adat basandi syarak, syarak penting. Namun lebih penting lagi adalah
basandi Kitaabullah. Ungkapan pepatah keterlibatan anggota masyarakat sipil (civil
ini merupakan salah satu nilai kearifan society) atau masyarakat madani, dalam
lokal Minangkabau yang potensial untuk membangun gerakan revitalisasi secara luas.
dikembangkan dalam strategi revitalisasi Revitalisasi kebudayaan sebagaimana
kearifan budaya lokal baik pada masa kini yang tersebut dengan namanya menganjurkan
maupun pada masa depan. perlu dikembalikannya cara berkehidupan
Apabila disimak dari uraian di atas, suatu kelompok pendukung budaya atau
terdapat keunikan sejarah, yaitu justru di komunitas kehidupan yang dipandang
wilayah yang menjadi tempat terjadinya telah hilang atu terancam hilang. Program
gempa atau tsunami, yang sejak kuna di revitalisasi budaya lokal ini perlu dilakukan
daerah tersebut telah menjadi wilayah secara terintegrasi dengan progam mitigasi
pusat perkembangan sosial budaya yang gempa atau bencana alam lainnya, khususnya
terkemuka di daerah Sumatera. Keunikan dalam pelaksanaan pembangunan masyarakat
sejarah tersebut menarik untuk direnungkan di wilayah bencana gempa seperti di daerah
dan dikaji selanjutnya. Sumatera dan di daerah lain di Indonesia.
REVITALISASI KEARIFAN BUDAYA LOKAL M E M B A N G U N K E M B A L I T R A D I S I
Revitalisasi budaya merupakan kunci bagi INTELEKTUAL NUSANTARA-MELAYU
penyimpanan nilai-nilai budaya lokal dan Salah satu upaya untuk merevitalisasi
sekaligus penegasan untuk pengembangan kearifan budaya lokal dalam kaitan sejarah
dan peningkatan kebangkitan identitas bencana gempa di Sumatera ini adalah
budaya bagi generasi penerus masyarakat upaya membangun kembali semangat nilai-
dan bangsa. Tanpa upaya revitalisasi, banyak nilai tradisi intelektual Nusantara-Melayu
unsur nilai-nilai budaya lokal akan terancam yang pernah mengemuka di wilayah ini pada
punah. Diperkirakan bahwa pada masa abad ke-17-18.

