Page 160 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 160

160            REVITALISASI KEARIFAN LOKAL DALAM PENANGGULANGAN BENCANA GEMPA










              Membaca  Tanda-Tanda


              TAUFIQ ISMAIL


              Dapatkah kita bayangkan dalam masa lima menit   Setinggi tiang listrik , semua dia terjang, semua dia
              Seluruh harta benda kita lenyap dihanyutkan air   habisi?
              pasang Tsunami?
                                                   Dapatkah kita bayangkan tangisan yang keluar dari
              Dapatkah kita bayangkan dalam waktu setengah   tenggorokan,
              jam                                  Ratapan naik ke awan, jeritan menjalar ke seluruh
              Seluruh permukiman kita digoyang gempa dan   kepulauan,
              hancur                               Mencekam sebuah bangsa keseluruhan? Ada sesuatu
              berantakan?                          yang rasanya mulai lepas dari tangan
                                                   Dan meluncur lewat sela-sela jari kita
              Dapatkah kita bayangkan dalam tiga jam masanya
              Anggota keluarga berpisah untuk selamanya ?  Ada sesuatu yang sejak dulu tak begitu jelas
                                                   Dan sebagai pertanyaan, kini bersuara demikian
              Dapatkah kita bayangkan dalam waktu setengah
                                                   keras
              hari
              Di sungai, di jalan raya, lumpur –potongan kayu-  Kita saksikan udara Aceh penuh mendung abu-abu
              kayu bangkai kendaraan bertumpuk tinggi?  warananya
                                                   Kita saksikan burung-burung kecil tak lagi berkicau
              Dapatkah kita bayangkan dalam tiga perempat hari
                                                   pagi hari
              masanya
                                                   Kita saksikan puluhan mayat, ratusan, ayat, ribuan
              Rumah-rumah sakit dipadati pasien berpuluh,
                                                   mayat
              beratus jumlahnya?
                                                   Kita saksikan puing, lumpur, potongan kayu, besi,
              Dapatkah kita bayangkan dua puluh jam waktunya   bangkai kendaraan
              Berpuluh, beratus, beribu mayat bergelimpangan di
                                                   Kita saksikan gempa lautan membawa tsunami
              tepi dan di tengah jalan raya
                                                   Tsunami membawa banjir air
              bertimbunan di bawah puing-puing
                                                   Air mata
              bergelantungan di pohon-pohon
              ditutupi koran, spanduk, bendera, plastik dan   Air mata mengantarkan sedu-sedan
              dedaunan?                            Sedu-sedan mengantarkan tangisan
                                                   Tangisan mengantarkan jeritan
              Dapatkah kita bayangkan air lautan berpacu luar
              biasa kencang                        Jeritan anak yang kehilangan ayah
   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165