Page 165 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 165

SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA                                    165


                kota  di dunia  pada  umumnya terletak di   merevitalisai nilai-nilai kearifan lokal dalam
                daerah perbatasan lempengan tektonik bumi.   rangka untuk menangulangi bencana gempa
                Sebagai  contoh Ankara, Athena,  Beijing,   bumi diperlukan perencanaan strategi
                Kairo, Caracas, Delhi, Hong Kong, Istambul,   kebijakan kebudayaan mendasar, terutama
                Jakarta, Karaci, Lisbon, Lima, Los Angeles,   dengan visi yang optimistis dan visioner.
                Manila, Mexico City, Naples, Osaka, Roma,   Bahwa, setiap bencana gempabumi yang
                San Francisco, Santiago, Shanghai, Singapore,   melanda memberi dampak pada lingkungan
                Taipei,  Teheran  dan  Tokyo.  Beberapa  di   dan  masyarakat,  sesungguhnya  memuat
                antaranya yang telah menderita kerusakan   pelajaran masing-masing yang patut untuk
                besar antara lain Caracas, Lisbon, Lima, Los   dijadikan pedoman. Demikian pula konsep
                Angeles, Manila, Mexico City, Naples, San   simbolis kultural ‘blessing in disguise’
                Frascisco, Teheran dan Tokyo. Pada masa   perlu direnungkan dan digali makna dan
                kuna, kota Pompei diluluhlantakkan gempa   hakekatnya untuk dapat dipergunakan
                pada sekitar tahun 62 atau 63 SM; wilayah   sebagai  sumber pendorong bagi  upaya
                Turki pada tahun 115, 458, 526 dan 528 SM;   untuk memperoleh harapan dalam mencapai
                dan wilayah Teheran seluruhnya dihancurkan   keberhasilan dan menemukan model mitigasi
                gempa pada tahun 855, 958, 1177, dan   bencana gempa yang tepat di masa depan.
                1830.  Sementara  pada  zaman  modern,      Secara yuridis penanggulangn
                Lisbon dibangun kembali setelah menderita   bencana di Indonesia telah memiliki
                malapetaka gempa pada tahun 1755, Tokyo   pegangan hukumnya seperti yang termuat
                dan  Yokohama juga dibangun kembali   dalam UU RI No. 24 Tahun 2007 tentang
                setelah menderita gempa 1923. Tangshan,   Penanggulangan Bencana. Dalam UU
                China juga dibangun kembali menjadi kota   tersebut termuat Landasan, Asas, dan Tujuan
                industri setelah menderita kerusakan gempa   penanggulangan bencana yang secara jelas
                pada tahun 1976.                     telah dirumuskan. Antara lain disebutkan
                   Robinson (2016) juga menyatakan bahwa   pada  Pasal 2, bahwa penanggulangan
                dalam hal tertentu dampak besar kecilnya   bencana berasaskan kemanusiaan; keadilan;
                gempa adalah tergantung pada segi pusat   kesamaan kedudukan dalam hukum dan
                gempanya, besar dan lamanya, dan juga   pemerintahan; keseimbangan; keselarasan;
                pada faktor manusianya: yaitu sumber   dan keserasian; ketertiban dan kepastian
                daya politik, ekonomi, sosial, intelektual,   hukum; kebersamaan; kelestarian lingkungan
                keagamaan dan kebudayaan yang secara   hidup; dan ilmu pengetahuan dan teknologi.
                spesifik dimiliki oleh suatu wilayah yang      Berpangkal dari segi yuridis tersebut di
                bersejarah. Lebih lanjut pendapatnya yang   atas maka upaya revitalisasi nilai-nilai kearifan
                menarik untuk dicatat di sini, ialah yang   budaya lokal dalam rangka penanggulangan
                menyatakan  bahwa setiap gempabumi   bencana yang dibahas dalam buku Sejarah
                yang melanda masyarakat, memberikan   Bencana Gempa Bumi di Sumatera ini,
                pelajarannya tersendiri terhadap masyarakat   memiliki pijakan yang strategis dan kuat.
                dan lingkungan masing-masing.
                   Uraian di atas diharapkan dapat
                memberikan penegasan bahwa untuk
   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170