Page 154 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 154
154 JEJAK KEARIFAN LOKAL DALAM MITIGASI BENCANA GEMPA DI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT
Masyar ak a t Bengk ulu, secar a
tradisional pada umumnya telah lama
hidup berdampingan dengan alam secara
harmonis, sehingga mengenal berbagai
cara untuk menjaga keberlangsungan hidup
dengan menyesuaikan diri dengan alam
itu sendiri. Salah satu contohnya adalah
bangunan rumah yang berfungsi bagi
masyarakat untuk tempat tinggal, sekaligus
tempat berlangsungnya kehidupan rumah
tangga. Oleh sebab itu pada saat terjadinya
gempa besar di Bengkulu, yang bertahan itu
adalah rumah-rumah tradisional tersebut.
Bahkan menurut Agus Setyanto bangunan
rumah tua – rumah panggung – rumah
tradisional yang bercorak indis tersebar di
Bengkulu merupakan wujud dari sebuah
kearifan lokal (local wisdom), ternyata juga
memiliki daya tahan terhadap bencana
alam, seperti banjir dan gempa. Sama
seperti, Rumah Gadang model Bagonjong di
Sumatera Barat, yang tetap berdiri tegak dan
selamat dari serbuan gempa hingga ratusan
2
kali.
2 Agus Setyanto, Rumah Tua Bengkulu: Quo
Vadis, dalam Bengkoelen-Bengkoelen blogspot.
1 Desember 2008.
Gambar 3.20 Benteng Marlboroug
Bengkulu dibangun di atas bukit dan
menghadap ke pantai baratBengkulu.
Bisa jadi benteng ini juga menjadi
area penyelamatan jika terjadi tsunami

