Page 148 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 148
148 JEJAK KEARIFAN LOKAL DALAM MITIGASI BENCANA GEMPA DI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT
ATAS
Gambar 3.16 Gambar Penduduk padang tempo
duluBundo Kanduang
TENGAH
Gambar 3.17 Foto Penghulu di Padang tempo dulu
BAWAH
Gambar 3.18 Foto Keluarga di padang
empat kolom dan sebuah ruang penyimpan
padi. Selanjutnya, rangkiang si bayaubayau
atau lumbung tuo atau lumbung pusako.
Fungsinya untuk makan sehari-hari.
Berdiri di atas enam kolom, rangkiang ini
memiliki dua buah ruangan.
Jenis berikutnya adalah si tanggung
lapa. Lumbung ini merupakan persiapan
ketika masa paceklik. Baik paceklik panen
ataupun ketika bencana datang dan tidak
bisa melakukan aktivitas keseharian.
Rangkiang jenis ini tentunya dekat dengan
konsep mitigasi. Sedia payung sebelum
hujan. Jadi tidak perlu menunggu bantuan
datang. Kalaupun persediaan di lumbung
tidak cukup, tentunya. Konsep ini, sebenarnya
telah dipakai di sejumlah negara yang
dekat dengan bencana. Sebut saja Jepang.
Dimana, masyarakat di negara tersebut selalu
menyimpan stok makanan dan kebutuhan
lainnya untuk tiga hari. Jadi, dengan adanya
persiapan tersebut, masyarakat tidak akan
kelaparan tanpa bantuan segera dari
pemerintah.
Kemudian ada juga rangkiang harimau
paunyi koto, lumbung raja. Kabarnya,
rangkiang ini menyimpan padi untuk upeti.
Kalau dibawakan ke konsep kekinian,

