Page 135 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 135

SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA                                    135


                datang dari pengalaman suatu komunitas   kesadaran tentang kebencanaan dibanding
                dan merupakan akumulasi dari pengetahuan   sekedar imbauan formal dari aparat.
                lokal. Kearifan lokal itu ada dalam masyarakat,      Pada tabel  terdapat beberapa contoh
                komunitas, dan individu. Dengan demikian   kearifan lokal tentang mitigasi bencana
                kearifan lokal merupakan pandangan dan   dalam masyarakat Indonesia yang merupakan
                pengetahuan tradisional yang menjadi acuan   potensi budaya yang perlu terus digali dan
                dalam berperilaku dan telah dipraktikkan   dikembangkan.
                secara turun-temurun untuk memenuhi      Pengalaman empiris tentang kearifan
                kebutuhan dan tantangan dalam kehidupan   lokal terbukti telah mengurangi dampak
                suatu masyarakat. Kearifan lokal berfungsi   bencana alam, misalnya di tiga pulau di
                dan bermakna bagi masyarakat baik dalam   Sumatera, yakni Simeulue, Nias, dan Siberut.
                pelestarian sumber daya alam dan manusia,   Dengan kebudayaan yang berbeda di ketiga
                kebertahanan adat dan budaya, serta   pulau itu, yang dalam kurun waktu sepuluh
                bermanfaat untuk kehidupan.          tahun terakhir mengalami bencana gempa
                   Sementara itu, mitigasi bencana   bumi  dan tsunami, telah mengangkat  ke
                didefinisikan sebagai upaya yang dilakukan   permukaan pelbagai praktik kearifan lokal
                untuk mencegah bencana atau mengurangi   yang sebelumnya luput dari perhatian
                dampak bencana. Mitigasi bencana     masyarakat internasional yang peduli pada
                sesungguhnya berkaitan dengan siklus   upaya pengurangan risiko bencana. Praktik
                penanggulangan bencana berupa upaya   yang mencakup antara lain seperti sarana
                penanganan sebelum terjadinya bencana.   komunikasi tradisional, metode pembangunan
                Adapun menurut Keputusan Menteri Dalam   dan perencanaan hunian, serta upacara ritual
                Negeri RI No. 131 tahun 2003, mitigasi   yang terkait.  Buku ini menjelaskan tentang
                (diartikan juga sebagai penjinakan) diartikan   kearifan lokal untuk mitigasi bencana yang
                sebagai upaya dan kegiatan yang dilakukan   dianut dalam masyarakat Indonesia .
                untuk mengurangi dan memperkecil impak
                yang ditimbulkan oleh bencana yang   KEARIFAN LOKAL GEMPABUMI DI
                meliputi kesiapsiagaan dan kewaspadaan.   SUMATERA BARAT & JAMBI
                   Di masing-masing daerah memiliki   Dewasa ini muncul kembali kecenderungan
                pengetahuan dan kearifan lokal yang beragam   baru di dunia, yaitu tumbuhnya kembali
                dan ungkapan yang berbeda. Walaupun istilah   kesadaran akan nilai (value). Bahkan bidang
                yang digunakan berbeda dan ekpresinya   yang selama ini dianggap bebas nilai seperti
                tidak sama, itu semua merupakan potensi   sains, sekarang para pakarnya hampir
                bagi pijakan membangun mitigasi bencana   sepakat untuk menyatakan tidak ada yang
                yang berbasis pada kearifan lokal. Kearifan   disebut sains bebas nilai.  Artinya bahwa
                lokal dapat ditempatkan sebagai model   kehidupan manusia dan kebudayaannya
                antisipasi awal merespon bencana yang   tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai karena
                akan terjadi. Meskipun tanpa menggunakan   pentingnya fungsi nilai dalam kebermaknaan
                rumus, ataupun teori dari akademis, alam   hidup manusia.
                telah mengajarkan manusia banyak hal.      Nilai didefinisikan sebagai gambaran
                Kearifan lokal lebih efektif dalam membentuk   mengenai apa yang diinginkan, yang pantas,
   130   131   132   133   134   135   136   137   138   139   140