Page 21 - Bahasa_Indonesia
P. 21
Bahasa Indonesia| 13
4) Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri metodis,
dan koheren cermat, dan abjektif berpikir secara tajam dan
mandiri dengan menggunakan asas-asas sistematis .
3. Hubungan Bahasa dan Logika
Dapat dijelaskan bahwa hasil yang diperoleh dari
mempergunakan suatu teknik (logika), akan tergantung dari baik-
buruknya alat bahasa yang digunakan Penggunaan bahasa sebagai
alat logika harus memperhatikan perbedaan antara bahasa sebagai
alat logika dan bahasa sebagai alat kesusasteraan Kita ambil contoh
dari pernyataan ''Lukisan itu tidak jelek'', maka yang saya maksud
lukisan itu belum dapat dikatakan indah, atau saya bermaksud
lukisan itu belum dapat dikatakan indah, namun saya tidak berani
untuk mengatakan bahwa lukisan itu jelek Logika hanya dapat
memperhitungkan penilaian-penilaian yang isinya dirumuskan secara
seksama tanpa suatu nilai perasaan.
Penggunaan bahasa sebagai alat dari logika masih Memiliki
kekurangan. Contohnya puisi yang diubah ke dalam bentuk prosa.
Puisi tadi akan kehilangan nilai puisinya, pikiran yang tadi muncul
didalam puisi dengan indahnya tidak lagi menghantarkan maknanya
kepada si pembaca. Hakekat kesusastraan berada di atas hubungan

