Page 54 - MODUL ANALISIS MIKROBIOLOGI_Neat
P. 54
4. Ada tidaknya filamen atau pseudomiselium.
5. Pertumbuhan dalam medium dan warna koloninya.
6. Sifat-sifat fisiologi, misalnya sumber karbon (C) dan nitrogen (N), kebutuhan
vitamin, bersifat oksidatif atau fermentatif, atau keduanya, lipolitik, uji
pembentukan asam, penggunaan pati, dan lain-lain.
Berikut ini merupakan cara pengamatan morfologi khamir:
a. Tanam biakan yeast (dapat berupa Sacharomyces cereviceae atau Candida
albicans) pada PDA dengan cara streakquadrant.
b. Inkubasi selama 2x24 jam.
c. Setelah didapatkan koloni tunggal, pengamatan ciri-ciri morfologi koloni
hampir sama dengan ciri morfologi bakteri.
B. Mengamati Morfologi Sel Yeast
Yeast merupakan fungi mikroskopik uniseluler, tidak membentuk hifa
(beberapa spesies dapat membentuk pseudohifa). Bentuk selnya bervariasi dapat
berbentuk bulat, bulat telur, bulat memanjang dengan ukuran 1-9x20 μm. Beberapa
spesies yeast memiliki sifat dimorfisme yaitu bentuk sel tunggal dan bentuk hifa atau
pseudohifa. Pseudohifa adalah hifa yeast yang terbentuk dari rangkaian sel hasil
pembelahan aseksual secara budding, tetapi tidak melepaskan diri dari induk.
Morfologi internal sel mudah dilihat dan terdiri dari inti dan organel seperti
mitkondria, grannula lemak dan glikogen.
B.1 Melihat bentuk sel Yeast
Cara Kerja :
· Tumbuhkan Sacharomyces cereviceae pada glukosa cair selama 24 jam.
· Ulaskan suspensi biakan pada object glass lalu teteskan Methilene Blue hingga rata
(jangan difiksasi).
· Tutup preparat dengan cover glass.
· Amati dengan perbesaran 40x10 atau 100x10.
B.2 Melihat bentuk spora sel Yeast
Cara kerja :
· Buat preparat ulas dari biakan yeast pada Goodkowa Agar yang berumur 10 hari.
· Fiksasi dengan api bunsen.
· Warnai dengan cara Shager dan Fulgen yaitu:
53

