Page 313 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 313
Toponim Kota Yogyakarta 295
Sêmunipun ing ngriku mirah toya sarta kathah witipun arèn. Toya ing têmbung Jawi Kina: lwah
utawi loh, dene arèn ing têmbung Malayu: nau, pakêcapan Jawi dados no. Bokmanawi têmbung
no wau rumiyin inggih kangge ing têmbung Jawi. Dados lwahno.
Terjemahan bebasnya: Lowano adalah nama distrik di tanah Bagelen. Terletak di
pegunungan. Dahulu hutannya luas serta lebat. Sepertinya di situ banyak air serta
banyak pohon aren. Kata air menurut Jawa Kuna: lwah (sumber air) atau loh (subur),
sedangkan aren dari kata Melayu: nau, lidah orang Jawa menjadi no. Mungkin kata no
dahulu juga digunakan untuk kata Jawa. Menjadi lwahno
Di sisi utara Kampung Lowano, terdapat Kampung Yatiman (Wilasapraja). Dinamakan
Kampung Yatiman karena daerah ini dipakai untuk penampungan anak yatim. Terkadang
juga disebut Kampung Wilasapraja yang mengandung maksud tempat belas kasih atau
kasih sayang dari penguasa kerajaan.
Sumber: https://www.google.co.id/maps
Lokasi Kampung
Lowano

