Page 338 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 338
320 Toponim Kota Yogyakarta
selain Kasunanan Surakarta, Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, dan Kadipaten
Praja Mangkunegaran yang berstatus swapraja pada masa kolonial Belanda. Wilayah
kekuasaan Kadipaten Pakualaman diantaranya adalah kawasan sekitar Puro Pakulaman
(wilayah Kecamatan Pakualaman sekarang), Adikarto (sebagian wilayah Kulon Progo
sekarang terutama sisi selatan), Karang Kemuning yang terdiri dari empat distrik, yaitu
Galur, Tawangharjo, Tawangsongko, dan Tawangkerto, dengan Brosot sebagai pusatnya
(Hadiyanta dan Pancaputra, 2008: 33). Sumber: Survei tahun 2019
Puro Pakualaman
Puro Pakualaman dibangun di atas tanah seluas 54.238 m2 oleh Pangeran Natakusuma
atau yang kemudian bergelar KGPA Paku Alam I (pendiri Kadipaten Pakualaman). Ia
lahir di Keraton Yogyakarta pada hari Rabu Wage 21 Maret 1764 (18 Pasa 1689 Tahun
Jawa) dari pasangan Sri Sultan Hamengku Buwana I dengan garwa ampeyan Raden
Ayu Srenggoro dan wafat pada 19 Desember 1829. Bendara Raden Mas Harya Sujadi
ialah nama kecilnya sebelum bergelar Pangeran Natakusuma ketika dewasa. Walaupun
secara de jure Pangeran Natakusuma sejak tanggal 29 Juni 1812 telah menjadi pangeran
merdeka, namun secara de facto baru tanggal 17 Maret 1813 diadakan kontrak politik

