Page 406 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 406
388 Toponim Kota Yogyakarta
sejarah industri perbatikan di luar lingkungan keraton. Industri batik semula berskala
rumahan, yang kebanyakan dimiliki oleh keturunan bangsawan saudagar maupun
pengusaha keturunan Tionghoa seperti di Prawirataman dan Tirtodipuran. Rumah
para saudagar dilengkapi dengan bangunan pabrik yang tersusun dari beberapa ruang,
misalnya ruang untuk membuat pola gambar, pembatikan, pengecapan, pembabaran,
pembuburan, pengkanjian, penjemuran, pelipatan, pengepresan, pelabelan, dan
penjualan. Di Yogyakarta, didirikan badan penyelidikan dan penerangan pemerintah
“Batik Proefstation” oleh pemerintah kolonial Belanda guna memajukan industri batik.
Kantor ini kemudian dipindahkan ke Bandung oleh pemerintah Indonesia. Sekali
lagi, toponim Kampung Celeban membawa pesan historis bagi masyarakat untuk
melestarikan kegiatan perbatikan yang merentang selama puluhan tahun. Sumber: https://www.google.co.id/maps
Lokasi Kampung
Celeban

